25 Okt 2018

HOKBEN Kini Siap Manjakan Lidah Masyarakat Lampung Dengan Suguhan Spesial Dan Berkualitas


Senang banget loh Hokben kini hadir di Lampung! Iyes, soalnya saya fans beratnya  chicken katsu dan ekkado, yang merupakan dua dari beberapa menu andalan Hokben. Jaman tinggal di ibukota dulu, Hokben jadi salah satu menu makan siang yang begitu saya minati. Enak, sehat, harga relatif terjangkau dan dekat dengan tempat saya dulu bekerja. Gimana gak senang coba, saya bisa ketemu lagi dengan menu favorit yang terakhir dinikmati hampir 8 tahun lalu. Kebayang dong gimana kangennya saya dengan chicken katsu dan ekkado. Nah, pas dapat info kalau Hokben bakal buka store di Lampung, kusenaaaaang! Lalalalala…

HOKBEN AJAK TAPIS BLOGGER NGOBROL BARENG

Tanggal 18 Oktober yang lalu, bertempat di store Hokben MBK, diadakan acara blogger gathering. Acara dimulai pukul 10.00 WIB. Namun satu jam sebelum acara dimulai, teman-teman dari Tapis Blogger satu per satu mulai berdatangan di lokasi. Mungkin mereka seperti saya, sudah tak sabar untuk mengenal Hokben lebih dekat. Hehehe. 

Saya dan teman-teman blogger menunggu di luar, sementara di dalam, terlihat kesibukan staf Hokben yang sedang beres-beres. Karena memang  jam buka store pukul 10.00 WIB. Menjelang jam  sepuluh, ada beberapa pelanggan yang datang untuk bersantap pagi dengan suguhan menu Hokben.

Tepat jam 10, saya dan teman-teman Tapis Blogger diajak untuk masuk. Kami menempati meja khusus yang telah disediakan, reserved table. Aih berasa kayak  tamu penting gitu deh. Hihihi. Satu per satu, kami antri mengisi daftar hadir dan setiap blogger yang diundang mendapat goodie bag. Yeeeay! Isinya buanyaak, ada kaos, jam dinding, agenda, dan pena.

Sebelum mengenal lebih dekat tentang Hokben, kami dipersilakan untuk memotret beberapa menu yang telah disiapkan panitia. Ulalala, ada chicken katsu dan ekkado. Makin gak sabar pengin icip-icip nih. Hahahaha. Bak seorang food photographer handal, saya dan teman-teman mulai sibuk memotret.  



Sementara kami sibuk memotret, antrian para pelanggan mulai  terlihat mengular. Antusias pelanggan di hari kedua pembukaan store Hokben di Mall Boemi Kedaton ini begitu besar. Tak hanya pelanggan yang ingin makan di tempat (dine in) tetapi pelanggan take away tak kalah heboh. Terlihat dari panjangnya antrian abang dan mbak driver ojol. Fyi, Hokben resmi dibuka sehari sebelumnya, yaitu pada tanggal 17 Oktober 2018. Kubangga menjadi salah satu saksi hadirnya Hokben di Bumi Ruwai Jurai dan ternyata perdana di Pulau Sumatera loh. 

Tak berapa lama kemudian, kami diajak untuk berkumpul, karena Mbak Irma Wulandari Communication Dept. Head dari PT. Eka Bogainti akan mengajak kami untuk kenalan lebih dekat Hokben.

SEJARAH HOKBEN


Hokben hadir 33 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 18 April 1985 di bawah naungan PT. Eka Bogainti. Store pertama terletak di Kebon Kacang. Dan banyak nih yang belum tahu, meski menawarkan masakan Jepang, kepemilikan merek Hokben adalah 100% dimiliki warga negara Indonesia, yaitu Bapak Herman Arifin.

Logo Hokben adalah sepasang karakter anak-anak dengan gambar bargaya manga Jepang, yaitu Taro (anak laki-laki) dan Hanako (anak perempuan). Kedua karakter ini sekaligus menjadi maskot restoran bergaya Jepang ini.

Restoran ini memang dirintis dan dimiliki oleh orang Indonesia, sehingga memang tak menawarkan masakan Jepang otentik. Menu-menu yang disajikan telah disesuaikan dengan selera lidah Indonesia. Dengan demikian, makin hari menu Hokben makin digemari. Sehingga pada tahun 1990, untuk pertama kalinya dibuka cabang Hokben di kota Bandung.

Tak hanya sampai di situ, Hokben terus melebarkan sayap bisinis ke berbagai kota di Indonesia. Hokben terus tumbuh dan berkembang hingga memiliki lebih dari 145 gerai di Pulau Jawa dan Bali. Saat ini restoran Hokben tersebar di Jabodetabek, Serang, Cilegon, Karawang, Bogor, Banten, Bandung, Cimahi, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, dan Bali. Dan mulai melakukan ekspansi ke pulau Sumatera. Luar biasa!

Lampung adalah cabang pertama di pulau Sumatera. Lokasi yang dipilih Kota Bandar Lampung karena letaknya yang strategis, dekat dengan Pulau Jawa. Lampung merupakan pintu masuk (gerbang) pulau Sumatera. Diharapkan kelak, dengan dibukanya cabang di Lampung, nantinya akan semakin banyak lagi dibuka cabang di kota-kota  yang tersebar di Pulau Sumatera. Selain itu, letak geografis Lampung yang dekat dengan Jakarta. Hingga saat ini, menu yang tersaji di Hokben seluruh Indonesia, masih diolah di pusat. Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan kualitas rasa dan keaslian (bukan duplikasi produk).    


      
Pada awal berdirinya, nama Hoka Hoka Bento yang dipakai, diambil dari bahasa Jepang yang artinya makanan hangat dalam boks. Pada tanggal 15 Oktober 2013, Hoka Hoka Bento hadir dengan nama dan logo baru. Hokben. Dengan nama baru  ini, diharapkan bisa tampil lebih segar dan bersahabat.

FILOSOFI HOKBEN PATTERN COMMUNITY

Saya baru tahu kalau simbol yang ada di gelas kemasan Hokben, nampan, sumpit, ternyata ada filosofinya.

  • Parent and kid. Hokben mengerti pentingnya ikatan orang tua dan anak dengan menampilkan suasana hangat dan santai. Orang tua yang datang bersama anak, pun bisa sama-sama menikmati sajian menu Hokben. Untuk itu, Hokben menyediakan menu khusus untuk anak-anak, yaitu Kidzu Bento. Menu yang tak hanya enak namun mengandung nilai gizi yang dibutuhkan anak. Oiya tersedia baby chair juga loh.
  • Welcoming Hello. Hokben menjunjung budaya ketimuran yang mengedepankan nilai kekeluargaan. Salah satunya dengan tradisi saling menyapa. Setiap pelanggan yang datang akan disambut dengan sapaan selamat datang dan senyum hangat.
  • Friendship. Hokben berkomitmen menjadi tempat yang tepat bagi sahabat untuk menghabiskan waktu bersama sambil menikmati suguhan menu yang lezat.
  • Respect. Staf Hokben menghormati setiap pelanggan yang datang tanpa melihat latar belakangnya. Semua mendapat perlakuan yang sama.
  • Pride. Hokben bangga menjadi brand yang dipercaya oleh pelanggan.
PROGRAM CSR (CORPORATE SOCIAL RENSPONSIBILITY) HOKBEN

Hokben menyadari keberadaan Hokben tentu tak lepas dari pelanggan setia dan masyarakat. Melalui program CSR (Corporate Social Rensponsibility) Hokben ingin berbagi dengan saudara-saudara yang yang membutuhkan. Dengan slogan Share to Love, Love to Share, Hokben menunjukkan tanggung jawabnya dalam membangun masyarakat sekitar. Hokben berfokus pada dua pilar utama, yaitu Hokben Cinta Pendidikan dan Hokben Berbagi dengan Sesama.

Pada peresmian Hokben di Mall Boemi Kedaton Hokben secara khusus menyerahkan bantuan pendidikan berupa uang sekolah dan peralatan olah raga senilai Rp. 75.155.000 kepada Panti Asuhan Mulya Pusat dan Panti Asuhan Vincentius. Selain itu, Hokben menggandeng PMI (Palang Merah Indonesia) untuk mengadakan kegiatan donor darah yang terbuka untuk umum.


FASILITAS HOKBEN MBK


Bapak Suharno selaku Store Manager, menyampaikan info mengenai fasilitas HokBen MBK Bandar Lampung. Jam operasional HokBen MBK Bandar Lampung, yaitu pukul 10.00 sampai pukul 20.00 WIB. Store memiliki luas lahan 192,3 m2 dengan kapasitas 92 kursi.Terdapat area indoor dan outdoor. 


outdoor

Melayani birthday party. Namun karena keterbatasan tempat, hanya tersedia untuk layanan merayakan ulang tahun di luar Hokben, misalnya di rumah atau sekolah. Untuk pemesanan menu bisa dine in (makan di tempat) atau take away (dibungkus). Di HokBen MBK, bisa mengorder dalam jumlah banyak (large order) untuk acara khusus, seperti arisan, meeting, dll dengan jumlah minimal 200 paket dan maksimal 500 paket.

LAYANAN HOKBEN MBK

Terdapat dua kasir yang masing-masing melayani take away dan dine in. Pada jam makan siang, antrian cukup panjang bahkan hingga keluar. Tampak begitu besar antusiasme masyarakat menanggapi pembukaan store Hokben di Lampung. Saran saya, ya sabar. Toh seluruh staf yang ada sudah berusaha secepat mungkin melayani pelanggan. 

Diharapkan dengan kehadiran Hokben ini dapat menambah keragaman kuliner di Lampung dengan tetap menjaga kualitas. Sehingga lidah pelanggan di Lampung selalu dimanjakan dengan suguhan spesial dan berkualitas. 



Salam
~RP~

23 Okt 2018

Mengenal Teknologi VOOC Flash Charge, Sistem Pengisian Daya Tercepat Pada OPPO F9


Kalian pasti tau dong kalau OPPO belum lama ini meluncurkan produk terbaru mereka? Yap betul banget! Pada tanggal 23 Agustus 2018 yang lalu, OPPO secara resmi merilis smartphone OPPO F9 di Indonesia. Smartphone ini hadir dengan keunikannya tersendiri, desainnya berbeda dari smartphone kekinian lainnya, dan spesifikasi serta fiturnya pun sangat menggoda iman para pengguna smartphone. Hehehe. 

22 Okt 2018

[BLOGTOUR + GIVEAWAY] Personal Branding : Sukses Karier Di Era Milenial



Jika mendengar nama Bob Sadino, apa yang terpikir dalam benak kita? Tentu kita akan menjawab, PENGUSAHA SUKSES! Meski Bob Sadino sudah meninggal namun ketika namanya disebut, orang langsung ‘kenal.’

Mengapa begitu?

16 Agu 2018

Plus Minus Belanja di Toko Online

Hai hai hai …

Apa kabarnya nih? Ada yang rindu dengan saya kah? Hmmm… udah lama anet blog ini sepi kayak tak bertuan. BHAHAHA. Akhir-akhir ini semangat nulis lagi benar-benar drop. Hiks!

Nah, beberapa waktu lalu iseng nyobain fitur baru Instagram, sebenarnya udah lama ding. Saya aja yang baru nyobain. Maafkeun kekatroan daku yak. Jadi ceritanya bikin semacam jejak pendapat gitu.

plus minus belanja di toko online

Pertanyaannya, “Lebih suka belanja di mana? Online shop atau offline shop.” Penasaran dengan hasilnya?

26 Mei 2018

Hai Para Single, Dijodohin Yay Or Nay?

Kangen juga nih collab blogging dengan mbak Dita. Hmmm… udah luama bingits! Kalau gak salah inget, ide temanya udah dapet dari sebulan lalu. Tapi baru sekarang ini bisa tereksekusi karena kami para single yang super sibuk. Kalau mbak Dita sih iya. Nah, saya? Ngaku-ngaku doang. Sibuk ngapain sih, jeng? BHAHAHA.

Kalau versi Mbak Dita: Jangan Mau Jadi Mak Comblang

Kali ini, temanya masih berhubungan dengan permasalahan para single. Ayo sini sini para single pada kumpul. Kita bahas masa depan kita. (((MASA DEPAN)))

Ada gak diantara kalian para single yang dijodoh-jodohin? ADA. Sama dong saya juga mengalami apa yang kalian alami.

Kenapa sih status single bikin orang di sekitar kita pada sibuk untuk nyariin kita jodoh. Mulai dari cara yang anggun sampe cara yang super norak bikin gerah.

Saya inget, tahun 2017 lalu itu tahun yang paling menghebohkan. Betapa gencarnya sanak keluarga yang menawarkan diri untuk mencarikan saya jodoh. Hadeuh! Yang ada saya malah makin kesal dan tertekan. Tiap hari pembahasannya itu lagi itu lagi. Perlahan tapi pasti, kesabaran saya semakin hari semakin terkikis. Ada suatu waktu dimana saya gak tahan lagi. Di situ saya merasa sangat marah.

Kalau kalian menyayangi saya, jangan “ganggu” saya.  Dukungan yang saya butuhkan bukan nasihat yang gak kalian sadari ternyata justru mengintimidasi saya. Kalian gak mau tau bagaimana hancurnya perasaan saya. Kalian gak tau betapa pedihnya ketika melihat teman-teman satu persatu menemukan kebahagian mereka masing-masing. Sedangkan saya di sini masih tetap sendiri.

Saya selalu berusaha menghindar untuk bertemu dengan sanak keluarga. Saya selalu punya ribuan alasan jika diajak arisan keluarga. Karena saya sudah tau apa yang terjadi. Saya hanya akan disibukkan dengan pertanyaan tentang jodoh.

Nomor telepon saya diminta untuk diberikan kepada seseorang yang diharapkan bisa menjadi teman hidup saya kelak. Kenalan dulu aja, gak harus jadi kok. Kalimat itu yang selalu saya terima ketika saya menolak. Demi menghargai, akhirnya beberapa tawaran saya terima juga. Ya, meski dengan terpaksa. ^^

Bahkan tetangga pun ikut-ikutan sibuk mau “bantu” nyariin jodoh. Capek deh! Pokoknya saya gak nyaman dengan keadaan itu. Dari sekian laki-laki yang dikenalkan, ada beberapa yang menghubungi saya. Kami mengobrol via tulisan (SMS dan BBM). Saya selalu menolak untuk ditelepon. Entahlah, saya termasuk orang yang gak nyaman kalau harus ngobrol dengan orang yang baru dikenal. Ngeblank aja, gak tau mau ngomong apa.

Mungkin para laki-laki itu merasa saya ini tipe orang yang membosankan. Akhirnya satu per satu mereka mundur tanpa pernah mendengar suara merdu saya apalagi bertemu. Hanya sampai segitu aja usaha kalian, kawan? HAHAHAHA.

Pernah gak tiba-tiba ada orang yang nginbox kamu hanya mau bilang begini: dek, mau gak jodohin dengan sodara kakak? Padahal orang yang ngibox itu aja kamu gak kenal. Hanya temanan sebatas di media sosial. Saya PERNAH! Awalnya saya menolak. Tapi si kakak dengan sabar membujuk dan katanya punya pengalaman yang sama dengan saya. Masih single di usia yang super matang tuwir. Sempat beberapa kali WA,  tapi komunikasi gak berlanjut. Dia menghilang begitu aja.  

Sebenarnya sih, saya gak menolak kalau ada sanak keluarga atau siapapun yang ingin ngejodohin. Tapi ada syaratnya, caranya yang elegan. Gak perlu terlalu heboh. Saya yang malu. Benar umur segini gak baik perempuan masih single. Tapi saya perempuan, perlu “jual mahal” dikitlah. Jangan grasak grusuk. Itu aja kok.

Buat sealami mungkin. Sampai saya gak tau kalau proses perjodohan sedang dimulai. Saya juga jadi gak salah tingkah. Adek malu bang. BHAHAHA.

Udah segitu aja deh obrolan tentang dunia perjodohannya. Obrolan unfaedah tapi bikin perasaan lebih nyaman. Makasih udah mau baca sampai selesai.

Cerita dong kisah kamu. ^_^




Salam,
~RP~


    

25 Mei 2018

Dialog Nasional 11: Wadah Untuk Mempertemukan Pemerintah Dan Masyarakat


Pesan Menristekdikti: Kampus harus mampu menjadi gerbang utama penangkalan radikalisme. Segera laporkan jika ada kegiatan dosen atau mahasiswa yang berbau radikalisme! Hal ini untuk mencegah sedini mungkin berkembangnya bibit-bibit radikalisme dalam lingkungan kampus.  

Pada tanggal 14 Mei 2018 lalu, saya bersama 5 orang teman blogger mendapat kesempatan untuk hadir dalam Dialog Nasional yang bertajuk Indonesia Maju. Acara bertempat di Convention Hall ‘Mahligai Agung’, kampus B Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL). Kabarnya, Dialog Nasional yang berlangsung di kota Bandar Lampung kali ini merupakan seri 11 yang sebelumnya telah diadakan di beberapa kota lain.  Ada 3 Menteri Kabinet Kerja yang menjadi narasumber, yaitu: Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi, Menteri Ristekdikti, Bapak Mohammad Nasir, dan Menteri Sosial, Bapak Idrus Marham. Sebagai moderator, Effendy Ghazali mampu memandu acara dengan menarik dan tidak terkesan kaku. Sesekali diselingi dengan lelucon yang berhasil memecah tawa seluruh peserta yang memadati ruangan.