26 Mei 2018

Hai Para Single, Dijodohin Yay Or Nay?

Kangen juga nih collab blogging dengan mbak Dita. Hmmm… udah luama bingits! Kalau gak salah inget, ide temanya udah dapet dari sebulan lalu. Tapi baru sekarang ini bisa tereksekusi karena kami para single yang super sibuk. Kalau mbak Dita sih iya. Nah, saya? Ngaku-ngaku doang. Sibuk ngapain sih, jeng? BHAHAHA.

Kalau versi Mbak Dita: Jangan Mau Jadi Mak Comblang

Kali ini, temanya masih berhubungan dengan permasalahan para single. Ayo sini sini para single pada kumpul. Kita bahas masa depan kita. (((MASA DEPAN)))

Ada gak diantara kalian para single yang dijodoh-jodohin? ADA. Sama dong saya juga mengalami apa yang kalian alami.

Kenapa sih status single bikin orang di sekitar kita pada sibuk untuk nyariin kita jodoh. Mulai dari cara yang anggun sampe cara yang super norak bikin gerah.

Saya inget, tahun 2017 lalu itu tahun yang paling menghebohkan. Betapa gencarnya sanak keluarga yang menawarkan diri untuk mencarikan saya jodoh. Hadeuh! Yang ada saya malah makin kesal dan tertekan. Tiap hari pembahasannya itu lagi itu lagi. Perlahan tapi pasti, kesabaran saya semakin hari semakin terkikis. Ada suatu waktu dimana saya gak tahan lagi. Di situ saya merasa sangat marah.

Kalau kalian menyayangi saya, jangan “ganggu” saya.  Dukungan yang saya butuhkan bukan nasihat yang gak kalian sadari ternyata justru mengintimidasi saya. Kalian gak mau tau bagaimana hancurnya perasaan saya. Kalian gak tau betapa pedihnya ketika melihat teman-teman satu persatu menemukan kebahagian mereka masing-masing. Sedangkan saya di sini masih tetap sendiri.

Saya selalu berusaha menghindar untuk bertemu dengan sanak keluarga. Saya selalu punya ribuan alasan jika diajak arisan keluarga. Karena saya sudah tau apa yang terjadi. Saya hanya akan disibukkan dengan pertanyaan tentang jodoh.

Nomor telepon saya diminta untuk diberikan kepada seseorang yang diharapkan bisa menjadi teman hidup saya kelak. Kenalan dulu aja, gak harus jadi kok. Kalimat itu yang selalu saya terima ketika saya menolak. Demi menghargai, akhirnya beberapa tawaran saya terima juga. Ya, meski dengan terpaksa. ^^

Bahkan tetangga pun ikut-ikutan sibuk mau “bantu” nyariin jodoh. Capek deh! Pokoknya saya gak nyaman dengan keadaan itu. Dari sekian laki-laki yang dikenalkan, ada beberapa yang menghubungi saya. Kami mengobrol via tulisan (SMS dan BBM). Saya selalu menolak untuk ditelepon. Entahlah, saya termasuk orang yang gak nyaman kalau harus ngobrol dengan orang yang baru dikenal. Ngeblank aja, gak tau mau ngomong apa.

Mungkin para laki-laki itu merasa saya ini tipe orang yang membosankan. Akhirnya satu per satu mereka mundur tanpa pernah mendengar suara merdu saya apalagi bertemu. Hanya sampai segitu aja usaha kalian, kawan? HAHAHAHA.

Pernah gak tiba-tiba ada orang yang nginbox kamu hanya mau bilang begini: dek, mau gak jodohin dengan sodara kakak? Padahal orang yang ngibox itu aja kamu gak kenal. Hanya temanan sebatas di media sosial. Saya PERNAH! Awalnya saya menolak. Tapi si kakak dengan sabar membujuk dan katanya punya pengalaman yang sama dengan saya. Masih single di usia yang super matang tuwir. Sempat beberapa kali WA,  tapi komunikasi gak berlanjut. Dia menghilang begitu aja.  

Sebenarnya sih, saya gak menolak kalau ada sanak keluarga atau siapapun yang ingin ngejodohin. Tapi ada syaratnya, caranya yang elegan. Gak perlu terlalu heboh. Saya yang malu. Benar umur segini gak baik perempuan masih single. Tapi saya perempuan, perlu “jual mahal” dikitlah. Jangan grasak grusuk. Itu aja kok.

Buat sealami mungkin. Sampai saya gak tau kalau proses perjodohan sedang dimulai. Saya juga jadi gak salah tingkah. Adek malu bang. BHAHAHA.

Udah segitu aja deh obrolan tentang dunia perjodohannya. Obrolan unfaedah tapi bikin perasaan lebih nyaman. Makasih udah mau baca sampai selesai.

Cerita dong kisah kamu. ^_^




Salam,
~RP~


    

25 Mei 2018

Dialog Nasional 11: Wadah Untuk Mempertemukan Pemerintah Dan Masyarakat


Pesan Menristekdikti: Kampus harus mampu menjadi gerbang utama penangkalan radikalisme. Segera laporkan jika ada kegiatan dosen atau mahasiswa yang berbau radikalisme! Hal ini untuk mencegah sedini mungkin berkembangnya bibit-bibit radikalisme dalam lingkungan kampus.  

Pada tanggal 14 Mei 2018 lalu, saya bersama 5 orang teman blogger mendapat kesempatan untuk hadir dalam Dialog Nasional yang bertajuk Indonesia Maju. Acara bertempat di Convention Hall ‘Mahligai Agung’, kampus B Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL). Kabarnya, Dialog Nasional yang berlangsung di kota Bandar Lampung kali ini merupakan seri 11 yang sebelumnya telah diadakan di beberapa kota lain.  Ada 3 Menteri Kabinet Kerja yang menjadi narasumber, yaitu: Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi, Menteri Ristekdikti, Bapak Mohammad Nasir, dan Menteri Sosial, Bapak Idrus Marham. Sebagai moderator, Effendy Ghazali mampu memandu acara dengan menarik dan tidak terkesan kaku. Sesekali diselingi dengan lelucon yang berhasil memecah tawa seluruh peserta yang memadati ruangan. 

Emeron Damage Care Bantu Perbaiki Rambut Rusakku

Siapa bilang rambut yang rusak gak bisa diperbaiki lagi? Kembalikan sehatnya dengan improve formula dari Emeron Complete Hair Care!


Gara-gara rambut rusak, saya sering merasa gak percaya diri. Julukan si rambut hohar* (kondisi rambut super ngembang, kering, dan berantakan) sudah menjadi makanan sehari-hari bagi saya. Sedih? BANGET! Tapi hal ini terjadi akibat ‘kebodohan’ saya di masa lampau. Tapi apa boleh dikata, nasi sudah menjadi bubur. Gak ada guna lagi tuk disesali. Hmmm… kenapa sih penyesalan itu selalu di belakang ya?

Terus … terus … apa hubungannya kebodohan dengan rambut?

13 Mei 2018

Slim&Fit: Cara Mudah Jaga Pola Makan Saat Sedang Diet

Tubuh langsing menjadi dambaan bagi setiap wanita. Cung yang setuju! Berbagai usaha dilakukan untuk tetap mempertahankan berat ideal. Bahkan gak sedikit yang berjuang keras untuk mendapatkan berat badan ideal. Salah satu cara yang umum dilakukan adalah diet. Iya kan?   

7 Mei 2018

Wow, Festival Teluk Stabas 2018 Catat 2 Rekor MURI!

The Exotic Paradise memang layak diberikan bagi Kabupaten Pesisir Barat. Negeri para saibatin dan para ulama ini memiliki sejuta keindahan alam yang begitu memukau dan kearifan lokal yang tetap dijaga kelestariannya. Saat ini, Kabupaten Pesisir Barat merupakan kabupaten termuda di provinsi Lampung, pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat. Dan tahun 2018 ini  Kabupaten Pesisir Barat merayakan hari jadinya yang ke 5 tahun. 

12 Apr 2018

Alasan Saya Harus Ikut Ke Festival Teluk Stabas 2018

Tahun 2018 ini merupakan Festival Teluk Stabas V yang rencananya akan dipusatkan di kawasan wisata Labuhan Jukung dengan mengusung tema Bebai Ngantak Uyan Sasuduk & Bebay Nyelimpok Gelamay.

Kedatangan bulan April selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kabupaten Pesisir Barat. Emang ada apa sih? Ternyata ya bulan April itu merupakan hari jadi Kabupaten Pesisir Barat loh. Nah, dalam rangka memperingati hari spesial tersebut diadakanlah perhelatan akbar yang dinamakan Festival Teluk Stabas. Event terbesar di Kabupaten Pesisir Barat ini, bertujuan untuk memperkenalkan budaya Pesisir Barat ke dunia luar. 


credit by : https://kelilinglampung.net/2018/04/festival-teluk-stabas-2018-siap-hibur-wisatawan/