22 Jun 2017

Kata Siapa Beda Gak Bisa Sehati?

[Sponsored Post]

Setiap orang di dunia ini lahir dengan membawa perbedaan. Pun orang kembar, meski mereka memiliki kemiripan secara fisik, pasti tetap ada perbedaan dalam diri mereka masing-masing. Misalnya berbeda secara lifestyle (kegemaran dalam musik, film, makanan, minuman) atau bahkan karakter.


Namun apakah perbedaan tersebut layak dijadikan sebagai “penghalang” bagi seseorang untuk bersosialisasi dengan sesamanya? Tentu saja tidak! Setiap orang berhak untuk berteman dengan siapa saja. Tanpa dibatasi perbedaan-perbedaan yang ada. Tinggal bagaimana orang tersebut mau menerima dan menghargai perbedaan itu sendiri.

Ngobrolin tentang perbedaan, jadi teringat ketika masih jadi mahasiswa. Dulu, saya kuliah di sebuah kota kecil nan sejuk, yaitu Salatiga. Di sanalah, pertama kalinya saya merasakan betapa indahnya perbedaan. Betul, seperti pelangi yang indah karena keanekaragaman warnanya. Bayangkan, di kampus, saya bertemu dengan para dosen dan mahasiswa-mahasiswa lain yang berasal dari Sabang hingga Marauke dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda. Kampus saya kala itu pun dikenal dengan sebutan “Indonesia Mini”. Begitu pula dengan teman-teman kos, mereka terdiri dari berbagai macam suku, etnis dan agama.

Beruntung memang saya tinggal di Salatiga, meski masyarakatnya berasal dari berbagai macam latar belakang suku, etnis dan agama, semua bisa hidup rukun. Tak heran jika Salatiga dikenal sebagai kota paling toleran di Indonesia. Hal ini dikarenakan hampir tidak ada konflik beragama yang terjadi. Semoga tetap bisa terus dipertahankan.

Awalnya saya merasa kuatir gak bisa berbaur dengan mereka. Tak jarang terjadi pertengkaran kecil akibat perbedaan bahasa. Sebagian besar masih menggunakan bahasa Indonesia ala daerah masing-masing yang terkadang berbeda maknanya dengan bahasa Indonesia yang sehari-hari saya pakai di Lampung. Belum lagi perbedaan karakter. Duh, pokoknya kalau gak sabar, bisa terjadi “perang” diantara kami.

Kuncinya, rasa saling menghargai dan mengasihi satu sama lain yang kami tanamkan dalam diri masing-masing. Hal ini penting untuk membantu menjaga kesehatan jiwa. Yup, kami harus bisa menciptakan suasana senyaman mungkin agar bisa konsentrasi dalam belajar. Ada “misi” berat yang kami emban, menyelesaikan masa pendidikan dengan hasil terbaik demi masa depan *tsaaaaaah* 😍😍😍

Saya lupa siapa pencetusnya. Dulu, saya dan teman-teman kos mempunyai “ritual” ngeteh bareng setiap sore. Kami menyebutnya, tea time. Tau gak, kami sengaja membeli mug dengan corak yang sama untuk menambah rasa kekompakan. Mug murah meriah yang dibeli di toko serbu , serba sepuluh ribu (kalau tidak salah ya). Dan sampai saat ini, saya masih simpan dengan baik mug-nya loh ^^

Nah, ketika acara tea time itu, embel-embel perbedaan yang melekat dalam diri kami masing-masing melebur menjadi rasa persaudaraan. Dan meski berbeda namun kami punya pilihan sehati, Teh Hijau Kepala Djenggot. Gak mau hanya sekedar ngeteh, kami juga ingin selalu tampil sehat dan cantik dong. Kami kan mahasiswi ketjeh yang aktif di kampus *eeeeaaaa*. Kalau gampang tumbang, nantinya bakal ngerepotin teman sekos. Secara orang tua berada jauh di kampung halaman.

Fyi, teh hijau ternyata mempunyai manfaat bagi tubuh, karena adanya kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan tersebut mampu menangkal radikal bebas yang banyak terdapat di sekitar kita. Nah, radikal bebas dalam jumlah berlebih nantinya akan membahayakan bagi kesehatan, diantaranya menyebabkan penuaan dini, kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Makanya kami memilih teh yang menyehatkan.            

Oiya, meski sekarang kami gak tinggal bersama di satu atap lagi. Ada yang kembali ke daerahnya, seperti saya. Bahkan ada yang tinggal di luar negeri, diboyong suami. Kami tetap saling terhubung melalui dunia maya. Semoga suatu saat mendapat kesempatan baik untuk reunian. Semacam napak tilas hidup sebagai anak kos gitu deh. HAHAHA. Kangeeen kalian, anak-anak kos Payung! 😘😘😘

Gini loh, kita kan tinggal di negara yang majemuk. Tentu rentan mengalami perpecahan. Yuk, kita sama-sama menyerukan indahnya perbedaan. Caranya dengan memberikan contoh nyata. Supaya semakin banyak orang yang terinspirasi.

Itu cerita saya tentang berbeda namun #sehatea. Sekarang gantian dong cerita tentang persahabatan kamu yang berbeda namun sehati. Siapa tahu bisa memberi manfaat bagi teman-teman yang mampir untuk membaca tulisan ini.


https://www.instagram.com/kepaladjenggot/





Salam,
~RP~ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)