15 Jun 2017

Sinetron, Yay or Nay?

Di zaman sekarang ini, sebagian besar rumah memiliki televisi. Iyes, benda ini masuk dalam deretan perabot rumah tangga yang paling banyak dibeli. Iya gak sih?

Hei, ketemu lagi di #ObrolanEnnyRoma. Saya dan Mbak Enny mau membahas sinetron Indonesia.

Baca juga pendapat Mbak Enny: Nonton sinetron, Yes or No?

Televisi menjadi sarana hiburan yang cukup diminati. Gak hanya orang dewasa tetapi juga anak-anak. Nah, salah satu tontonan yang paling banyak disuguhkan yaitu sinetron dengan berbagai macam tema yang diangkat. Religi, keluarga, persahabatan, percintaan. Namun sayangnya, tayangan sinetron sering dibumbui dengan adegan kekerasan, baik fisik maupun verbal. Ya, meski gak semua juga sih. Tentu hal itu berpengaruh buruk jika anak-anak yang menonton. Apalagi tanpa adanya pengawasan.

Jadi inget, Enold, keponakan saya. Suatu kali mengucapkan kata-kata yang kurang baik. Selidik punya selidik ternyata kata tersebut di dapat dari teman. Dan temannya itu mencontoh dari sinetron yang ditonton si ibu. Anak memang peniru ulung. Anak akan dengan mudah mencontoh sesuatu, terutama yang menarik perhatiannya.

Satu lagi nih. Enold jadi suka tendang-tendang dan pukul-pukul gak jelas. Ketika saya tanya, "aku kan manusia harimau, tua". Dapat 'pengetahuan' dari mana lagi nih? Ternyata itu salah satu judul sinetron, pemirsa. Omaigat. ZZZ.

Makin 'greget' deh dengan tayangan sinetron sekarang ini. Sekedar hiburan tanpa memperhatikan baik buruknya bagi penonton. Belum lagi sinetron remaja yang begitu 'bebas'nya mempertontonkan adegan pacaran, kekayaan, rasa dendam, cara berpakaian yang gak sesuai dengan budaya ketimuran, ngebully dan kawan-kawannya. Sekali lagi, gak semua memang.

Beruntung saya bukan orang yang doyan nonton televisi. Waktu luang di rumah, lebih banyak dihabiskan untuk membaca, menjelajah dunia maya daaan ... berkhayal. Andai ah ah ah aku jadi orang kaya 😂😂😂

Dan kesimpulannya, nonton sinetron? NAY! Kalau kamu?


Salam,
~RP~




2 komentar:

  1. beruntung aku paling malas nonton sinetron,

    BalasHapus
  2. Nah iya tontonan televisi itu paling cepeet masuk ke memory anak2. Harus bener2 pilih tontonan untuk anak :)

    BalasHapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)