Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

25 Mei 2021

Teruntukmu Calon Pendamping Hidupku

www.liputan6.com


Melati, 24 Mei 2021

19.22


Untukmu calon pendamping hidupku.

Terima kasih sudah tumbuh menjadi lelaki yang penuh cinta.   

Betapa bersyukurnya aku dipertemukan denganmu.

Bersamamu kutemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Sebuah cinta yang tulus.


Aku memang bukan perempuan yang sempurna.

Di luar sana banyak yang jauh lebih cantik dibanding aku.

Mereka yang memiliki tubuh ideal.

Mereka yang lihai memulaskan pewarna di wajah. 

Mereka yang pandai memadupadankan baju.

Tapi kau menganggap semua itu bukan sesuatu yang penting.

Bersamamu, aku bebas menjadi diriku sendiri.


Hai, calon pendamping hidupku.

Terima kasih telah tumbuh menjadi lelaki yang bijaksana.

Kau begitu menghargai kelebihanku.

Namun kau pun bersedia menerima kekuranganku.

Bersamamu, aku merasa istimewa.


Katamu, kau akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukku.

Saat aku bertanya kenapa kau memilihku.

Katamu, aku adalah jawaban dari doamu.

Terima kasih sudah menjadikan hariku penuh warna.



with love ❤️

~RP~

12 Nov 2017

Bangkitlah!

Hai, pemuda pemudi.
Bangkitlah!
Raih impianmu selagi engkau muda.
Ingat, waktu tak akan pernah kembali.
Persiapkan masa depanmu dengan baik.
Menyesal kemudian tiada gunanya.

Hai, pemuda pemudi.
Bangkitlah!
Meski banyak rintangan menghadang.
Hadapilah!
Terus maju dan berjuang.
Ayo, tunjukkan prestasimu.

Hai, pemuda pemudi.
Bangkitlah!
Masa depan bangsa ini ada di pundakmu.
Jangan malas.
Perbuatlah yang terbaik tuk Indonesia tercinta.
Jadilah terang yang menyinari negeri ini.

Hai, pemuda pemudi.
Bangkitlah!
Mari terus berkarya.
Tanamkan dalam diri, AKU PASTI BISA!
Jangan mudah gentar.
Tuhan besertamu.

Hai, pemuda pemudi.
Bangkitlah!
Serukan nama Tuhan.
Berpeganglah senantiasa pada firmanNya.
RancanganNya indah bagimu.

9 Jul 2017

[PUISI] Hening Malam

Gelap menyelimuti bumi.
Mentari tlah kembali ke peraduannya.
Berganti cahaya rembulan.
Hanya hening malam yang tersisa.

Pikiranku menari nari.
Mengikuti irama jarum jam.
Tik tok tik tok.

Lelah menerjang tubuhku.
Ingin rasanya menuju buaian mimpi.
Tapi ...
Kedua mata tak kunjung jua terpejam.
Entahlah!

Waktu terus bergulir tanpa henti.
Mentari siap menjemput pagi.
Dan aku masih terjaga di sini.

1 Apr 2017

Ibu, Aku Anakmu!

Ribuan doa kau panjatkan kepada Sang Pemilik Kehidupan.
Tak hentinya tetes air mata membasahi pipimu.
Tak terhitung lagi pundi rupiah yang kau bayarkan.

Ya, itu dulu.
Ketika DIA belum menghadirkanku ke pangkuanmu.

Kini, saat aku ada untukmu.
Namun kita seperti tidak sedang bersama.
Sudah lupakah engkau dengan doa permohonanmu?
Sungguhkah air mata kesedihanmu itu?
Apakah tak berharga hasil jerih payahmu?

Semudah itu kau melupakannya.
Kau seakan tak sungguh-sungguh mengasihiku.

Aku hanya boneka bagimu.
Mainan yang kau butuhkan sebagai hiburan.
Tempat kau melepaskan marahmu.
Dan hanya pemuas batinmu semata.

Ibu, aku ini anakmu!



Salam,
~RP~

24 Mar 2017

Pantaskah Ku Menyerah?


Ku diam dalam kesendirian.
Hening, tanpa suara.
Dalam diam ku …
Ada deretan kata yang tak mampu terucap.
Lidah seakan kelu.

19 Mar 2017

Surat untuk (calon) Suamiku

surat untuk calon suamiki

Di manakah dirimu berada?
Lama ku menunggu hadirmu.
Ku setia menunggu dan tetap menunggu.
Namun sekedar bayangmu saja aku tak mampu melihat.

7 Des 2015

TENTUKAN PILIHANMU!

sumber: www.ariesandi.com


Siapa tidak mengenalku?
Siapa tidak membutuhkanku
Tua, muda, anak-anak, remaja, dewasa
Semua mengenal dan membutuhkan

Manusia bersedia berbuat apa saja demi menggapaiku
Segala cara dilakukan, tidak peduli "kotor" sekalipun
Hati nurani tergadai
Bahkan orang-orang terkasih tak luput menjadi tumbal
Sungguh kejam memang!

Aku adalah UANG!
Ya, benda kecil yang memiliki kekuatan maha dashyat
Mampu membutakan mata hati
Aku dianggap dewa, penguasa segalanya
Manusia begitu bodoh, rela menghamba padaku

Aku hanya benda tak bernyawa
Sedangkan manusia tercipta dengan akal budi
Sudah sepantasnya memegang kendali atasku
Aku bagai dua sisi parang, tajam dan tumpul
Baik atau buruk, tergantung tuannya
Tentukan pilihanmu!





Yippee!!!
rOMa Pakpahan


3 Des 2015

DIMANA???



             


sumber: www.penamotivasi.wordpress.com





Ku berlari mencari
Tak kunjung ku temukan jawaban
Ku coba untuk terus berlari dan berlari
Hanya peluh yang ku raih

Ku tak seorang diri
Puluhan, ratusan, ribuan bahkan mungkin jutaan insan
Mencari keberadaanMu
Entahlah ...

Berjuta sabda menyuarakan kasihMu
Sungguh manis ku dengar
Sejuk bagai embun pagi
Lembut laksana gumpalan kapas

Alam merajut keindahan karyaMu
Gulungan ombak menunjukkan kuasaMu
Sungai mengalirkan kasihMu
Pelangi melukiskan janjiMu

Dimanakah Engkau?
Aku mencari
Dimanakah Engkau?
Aku rindu
Dimanakah Engkau?
Aku lelah dan ingin bersandar

Namun kini ku sadari, TUHAN
Percuma lelahku
Jawaban itu ada di hatiku
Aku tak pernah menyadari dekapan kasihMu




Yippee!!!
rOMa Pakpahan

1 Des 2015

MENGAPA?



sumber: www.berbagikisah23.wordpress.com


Tuhan, mengapa Engkau tidak adil dalam kehidupanku?


AKU telah membukakan pintu berkat bagimu. Namun dirimu  malas, berharap berkat itu yang datang menghampiri. Tidak sekali pun dirimu berusaha untuk meraihnya.


Tuhan, mengapa Engkau tidak mengasihiku?


AKU sungguh mengasihimu. Bahkan KUberikan darahKU untuk menebus dosa – dosamu agar kau terangkat dari kubangan lumpur kegelapan.


Tuhan, mengapa Engkau meninggalkanku?


AKU selalu berada didekatmu. Memelukmu dalam dekapan hangat. Namun kau tidak  pernah sekalipun menyediakan waktumu tuk merasakan kehadiranKU.


Tuhan, mengapa Engkau membiarkan aku terluka?


Karena saat terluka kau mau datang kepadaKU dengan kerendahan hatimu. AKU sungguh mengasihimu. AKU tidak ingin kehilanganmu.


Tuhan, maafkan atas keegoisanku selama ini.  Kini aku menyadari kasih setiaMU. Aku berserah kepadaMU, Juruselamatku!




(Dalam kehidupan ini, kita sering melupakan Tuhan, mengganggap Tuhan tidak mengasihi kita dan seolah Tuhan lah yang meninggalkan kita. Saat sukacita datang, kita lupa bersyukur! Seakan semua kebaikan itu adalah hasil kerja kita sendiri, tanpa campur tangan Tuhan. Kita merasa hebat dan dirasuki roh kesombongan. Kita tiba - tiba amnesia!!! Lupa bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini bukan suatu kebetulan. Baik maupun buruk. Tuhan memberi cobaan, sebagai “sentilan” agar kita tersadar dari kesombongan. Tuhan sungguh menyayangi umatNya. Namun yang terjadi, kita sering tidak menyadari kehadiranNya. Kita terlalu asyik dan disibukkan dengan kehidupan duniawi. Maafkan kami Tuhan. Terima kasih untuk kasihMu yang luarbiasa!)



Yippee!!!
rOMa Pakpahan

30 Nov 2015

HIDUP




www.romapakpahan.blogspot.co.id



Dalam rahim seorang perempuan kehidupan dimulai
Ditenun dengan keindahan oleh Sang Pemilik Kehidupan
Berbungkus cinta kasih sempurna
Kado spesial bagi dua insan
Yang kelak disebut ayah dan ibu

Terdengar tangisan makhluk mungil
Tanda dimulai perjuangan
Terkuak tabir kenyamanan
Inilah HIDUP yang sesungguhnya!

Lembar – lembar kertas kehidupan pun ditulis
Oleh penulis yang dinamakan manusia
Dirangkai dengan kisah manis, pahit, sakit, bahagia
Waktu demi waktu membentuk suatu cerita

Hidup tak selalu mudah namun indah
Penuh petualangan dan tantangan
Ada saat ditindas masalah
Jangan pernah gentar
Saat itulah mental ditempa

Hidup adalah pilihan
Bagaimana akhir cerita penulis yang menentukan
Berakhir duka ataukah suka???



Yippee!!!
rOMa Pakpahan

28 Nov 2015

PAGI HARI

dok. www.romapakpahan.blogspot.co.id

Pagi hari …
Anugerah Sang Pencipta
Bangun dengan rasa syukur
Menikmati kembali keindahan ciptaanNya
Terima kasih Tuhan

Udara dingin berselimut kabut tipis
Kicauan burung nan merdu
Lembut sinar mentari
Melengkapi indahnya pagi

Pagi hari …
Alarm yang mengingatkan pada dunia nyata
Membangunkan dari lelap buaian bunga tidur
Setelah berhenti sejenak dari kepenatan rutinitas

Pagi hari …
Mulai dengan senyum termanis
Untuk bergerak dan terus maju
Berdoa penuh hikmat
Berharap mampu menutup hari dengan dua kata ajaib :
BAHAGIA dan SUKSES!





Bravo!!!
rOMa Pakpahan