19 Mar 2017

Surat untuk (calon) Suamiku

surat untuk calon suamiki

Di manakah dirimu berada?
Lama ku menunggu hadirmu.
Ku setia menunggu dan tetap menunggu.
Namun sekedar bayangmu saja aku tak mampu melihat.

Tak sedikit orang bertanya tentang keberadaanmu.
Bahkan pertanyaan mereka terdengar sinis.
Tak jarang pula bernada mengejek.
Bahkan aku sudah muak mendengar semua itu.
Jawaban apa yang akan ku berikan?

Begitu sulitkah engkau menemukanku?
Sering ku bercerita tentangmu dengan DIA.
DIA selalu meyakinkanku bahwa engkau pasti datang.
Hati ini kembali tenang.

Bila saja aku berhak memutar roda kehidupan.
Tak ingin ku berada dalam penantian panjang ini.
Sebuah penantian yang aku sendiri tidak tahu di mana akhirnya.
Kapan? Kapan engkau datang menemuiku?

Hampa, hanya itu yang bisa kurasakan.
Entah sampai kapan ku jalani kesendirian ini.
Entah sampai kapan ku mampu jalani kisah tanpamu.
Tidakkah engkau merindukanku?

Aku menangis?
Ah, tidak. Itu hanya butiran air yang mendesak keluar.
Aku berusaha tegar di sini, meski terasa sesak.
Satu keyakinanku, engkau akan segera datang.

DIA akan membantumu menemukanku, tulang rusukmu.




Middle of Nowhere, 19 Maret 2017


With Love
~RP~



Sumber gambar: http://www.gaptekupdate.info/

2 komentar:

  1. Sedih, jadi teringat dengan sosok ayah, puisi nya tepat banget buat saya dimana sosok ayah yang selama 28 tahun tak jua saya temukan, semoga tuhan bisa mempertemukan saya dengan ayah meski hanya sekali di dunia ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal. Terima kasih sudah berkunjung ☺☺☺
      Amiiin. Semoga bisa segera dipertemukan dengan ayahanda tercinta.

      Hapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)