10 Sep 2022

Yuk Lindungi Diri Dari Kejahatan Siber Dengan Menjadi Nasabah Bijak!

Kejahatan siber bisa terjadi pada siapa saja, termasuk saya atau mungkin juga kalian. Jadi teringat kejadian beberapa tahun lalu ketika masih di bangku kuliah. Saya nyaris menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan bank dengan iming-iming memberi hadiah sejumlah uang. Ketika itu saya mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. Siapa sih yang tidak senang diberi hadiah? Apalagi saya yang kala itu masih menjadi anak kos dan merantau jauh dari orang tua. Untungnya saya menyadari adanya kejanggalan dan saya pun berhasil lolos dan penipuan tersebut. Selang beberapa tahun kemudian, tante saya mendapat telepon yang mengabarkan bahwa tante menjadi salah satu pemenang undian berhadiah yang diselenggarakan sebuah bank. Hadiahnya berupa motor. Sama seperti saya dulu, tante saya diminta untuk mentranser sejumlah untuk menebus hadiah tersebut. Dan lagi lagi, untungnya tante juga belum sempat untuk mentransfer uang yang diminta. Bersyukur saya dan tante tidak masuk perangkap si penipu

 

Sejak kejadian penipuan yang saya alami itu , entah sudah beberapa kali saya mendapat SMS dan telepon serupa. Belajar dari pengalaman sebelumnya, saya tidak menanggapi sama sekali. Bahkan ada yang mencantumkan website pemenang lomba untuk meyakinkan calon korban. Menurut sumber yang saya baca, di seluruh belahan dunia, terdapat 10 sampai 15 kasus kejahatan siber setiap detiknya. Jadi kita meski menjadi nasabah bijak supaya terhindar dari segala bentuk kejahatan siber.     

 

  Apa sih yang dilakukan untuk menghindari kejahatan siber?

1.   Lindungi gadget atau perangkat lain, jangan biarkan sembarangan orang untuk menggunakan.

2.   Selalu waspada. Jangan mudah percaya ketika mendapat WA, SMS, telepon maupun email yang memberi iming-iming hadiah. Terutama iklan-iklan yang bertebaran di internet.

3.   Rajin mengganti password. Jangan malas untuk mengganti password secara berkala dan gunakan kombinasi angka dan huruf yang rumit agar tidak mudah dijebol. Tapi jangan saking rumitnya sampai-sampai kamu sendiri lupa. Hihihi.

4.   Jangan sembarang untuk menyebarkan informasi pribadi. Jangan sekali-sekali memasukkan data pribadi di media sosial. Jaga supaya informasi pribadi tidak jatuh ke tangan yang salah karena akan fatal akibat.

5.   Abaikan alamat website yang mencurigakan. Contoh, tidak mungkin kan perusahaan besar


1 komentar:

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)