9 Apr 2017

Ini Loh Arti #MemesonaItu Versi Roma Pakpahan

#MemesonaItu …

Pernah punya kejadian melihat seseorang yang penampilannya biasa saja namun kita merasa kok orang tersebut seakan punya “magnet”. Sehingga membuat setiap orang yang melihatnya langsung “jatuh cinta”. Bukan jatuh cinta dalam arti yang sesungguhnya loh ya.

Saya pernah!

Wajah orang ini biasa-biasa aja. Pakaian, sepatu, tas, dan perintilan lain yang melekat di tubuh, sepertinya bukan barang-barang branded yang mahal. Tapi kok ada hal menarik yang membuat saya mengaguminya. 

Akhirnya baru sadar, ternyata #MemesonaItu tidak melulu identik dengan wajah cantik atau bodi yang aduhai saja. Oiya, dalam tulisan kali ini, pembahasan memesona ruang lingkupnya diperkecil, khusus untuk kaum perempuan saja ya. Kenapa? Karena yang nulis seorang jomblo perempuan. Itu aja sih ^O^

Sebelum obrolannya tambah seru, kita bahas dulu arti kata memesona versi KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Memesona berasal dari kata dasar PESONA, yang artinya daya tarik; daya pikat. Memesona dalam KBBI, artinya sangat menarik perhatian; mengagumkan.  

Awalnya, untuk mengungkapkan rasa kagum, saya biasa menggunakan kata MEMPESONA. Saya coba mencarinya dalam KBBI versi online gak punya kamus Bahasa Indonesia, tetapi tidak ditemukan artinya kata tersebut. Ups. Ternyata selama ini saya salah. Malu-maluin. Padahal belajar Bahasa Indonesia sudah sejak kelas 1 SD. Daaaaan … baru sadarnya sekarang. Alamaaaaak! Beuh, jadi sudah seperempat abad, saya menggunakan kata yang salah. Untung ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Bisa-bisa akan terus melakukan kesalahan yang sama. Kayak keledai dong. HAHAHA.

Oke. Lanjut.

Dulu saya bekerja sebagai Relationship Officer di sebuah bank swasta yang memberi pelayanan berupa pinjaman dana bagi pengusaha mikro dan kecil guna pengembangan usaha mereka. Pekerjaan ini menuntut saya untuk bertemu banyak orang dari berbagai macam bidang usaha. Diantaranya, warung makan, kelontongan, toko pakaian, bengkel. Tugas saya mendampingi nasabah untuk tumbuh dan berkembang. Betapa bahagianya ketika usaha mereka perlahan mulai mengalami kemajuan dan bahkan ada diantara mereka yang mulai mengembangkan sayap usaha dengan membuka cabang. “Terima kasih atas bantuan mbak Roma. Sekarang kehidupan ibu dan keluarga menjadi lebih baik. Ibu tidak terlalu pusing lagi dengan biaya sekolah adek-adek kamu ini,” begitu kata salah seorang nasabah ketika saya berkunjung ke tempat usahanya. Benar, saya telah dianggap sebagai anak, yang merupakan bagian dari keluarga mereka. Terselip rasa haru dan bangga di dada ini.


Saya merasa begitu memesona. Jangan bayangkan saya dandan ngehits dengan seragam keren ala karyawan bank pada umumnya. Pekerjaan ini mengharuskan saya selalu mobile dan bukan duduk manis di depan meja teller. Fyi, untuk jabatan ini, saya satu-satunya perempuan loh. Nah, kata teman-teman kantor, saya itu wonder woman. Untuk kenyamanan dalam bekerja, kami diperbolehkan untuk memakai pakaian santai namun tetap sopan dan rapi. Saya hanya mengenakan kemeja biasa dan celana panjang bahan malah terkadang celana jeans andalan dan kaos berkerah. Memakai sepatu kets dan membawa ransel besar yang berisi berkas-berkas pengajuan calon nasabah. Pagi, sebelum berangkat ke medan perang kerja, wajah cukup dibubuhi bedak tipis dan sedikit dipoles gincu agar tidak tampak pucat. Ya, HANYA seperti itu. Pokoknya jauuuuuh dari kesan perempuan cantik yang biasa muncul di tipi dan majalah. Hmmm … kalau sudah siang, wajah mulai terlihat kucel, berminyak dan sedikit aroma keringat. HAHAHA. Tapi tetap saja, saya dibilang cantik dan tak segan-segan mereka (yang ibu-ibu aja loooh) memeluk saya dengan hangat. Bahagiaaaa itu sederhana. 

Di suatu kesempatan lain ... 

Suatu ketika saya dan salah seorang teman akan mengisi acara seminar motivasi bagi siswa-siswi kelas 3 SMP. Jangan bayangin acaranya sekeren seminar ala motivator kawakan. Sejak seminggu sebelum acara, saya mempersiapkan materi dengan sebaik mungkin. Tentunya supaya tidak nge-blank ketika berada di panggung. Kuatir penyakit lama kambuh (lagi), demam panggung. Bisa runyam urusannya. Alih-alih mau membakar semangat adik-adik itu, bisa-bisa saya yang kebakaran rambut, saya kan perempuan jadi gak punya janggut. Puji syukur, acara seminar tersebut bisa berjalan dengan lancar. Kata adik-adik peserta, acaranya bermanfaat, kak. Ehm. Akoooh kan jadi bahagia-bahagia gimana gituh. Mereka berebut ingin foto bersama saya. Berasa kayak arteeees.  KePDan alert!


Abaikan posenya yang enggak banget ^^

Daaaaan …

Di saat itulah (lagi, lagi dan lagi) merasa diri saya memesona. Yah, meski wajah saya (tidak) secantik Raisa dan bodi saya jauuuh dari kata ideal. Saya menemukan artinya memesona yang hakiki. Jadi dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa #MemesonaItu ketika seseorang mau melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Tak sekedar rasa bangga karena mendapat sanjungan, namun lebih dari itu, ada rasa bahagia yang ruaaar biasa. Kalau kata iklan, dobel dobel untungnya ^^

Hei, inilah saya dengan segala pesona yang ada dalam diri saya. Ho oh, #MemesonaItu saya, cyin!

Meski tampang pas-pasan. Bukan tidak bersyukur dengan bentuk fisik yang telah diberikan oleh Sang Pemberi Kehidupan. Bukan juga tidak menghargai diri sendiri. Tetapi sebagai bentuk kesadaran diri. Halah. Kata orang bijak, hidup itu harus seimbang. Jadi, meski tidak memiliki kelebihan secara fisik (paras cantik, bodi kayak gitar Spanyol), jangan minder. Gali potensi diri! Saya yakin setiap orang pasti memiliki PESONA masing-masing. Tergantung apakah orang tersebut mau atau tidak mencari dan menemukan potensi yang ada dalam dirinya.

Sebelum mengakhiri obrolan seru ini. Ijinkan saya untuk mendefinisikan (sekali lagi) arti memesona versi saya, #MemesonaItu ketika seseorang mau melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Dengan kata lain menjadi pribadi bermanfaat.

Contoh nyata gak usah jauh-jauh. Ini ada di dekat kamu. Jiaaaah. Yes, #MemesonaItu adalah Roma Pakpahan. *narsis alert*

Hush … hush … hush … sanaaaaa …

Iya, deh. Udahan dulu yaaaa .. Saya mau menebar pesona ke lebih banyaaaaak orang lagi.

Terus kamu, kok masih diam di situ? Tunggu apalagi? Mari Pancarkan Pesonamu dan jadilah pribadi yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarmu!


Salam pesona,
~RP~        

12 komentar:

  1. Wah kakak sudah sangat mempesona.
    Akus selalu setuju mempesona itu tidak harus secara fisik.
    Pribadi yang menarik lebih sungguh mempesona seperti kita gini mbak.hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tooooos kitaa! ^_^
      Makasih sudah membuat aku bahagia dengan pujian ituuu. Semoga aku gak jadi congkak. Hahahaha

      Hapus
  2. senang ya, kalo ngeliat org lain bahagia karena kita, walaupun mungkin bantuan kita cuma sedikit, tapi melihatnya ikut bahagia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa, mbak. Gak harus melakukan sesuatu yang "wah", cukup hal sederhana dan tulus tuk orang lain. Kebahagiaan itu akan menular dan otomatis kita juga akan merasakan hal yang sama :)

      Hapus
  3. yes banget mba setuju saat kita bermanfaat untuk orang lain y mba diri kita semakin memesona ☺️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih udah mampir, mbak.
      Iya. Memesona itu gak hanya identik dengan penampilan fisik yang cakep aja. Justru lebih baik kalo inner beauty yang ditonjolkan :)

      Hapus
  4. Inner beauty, bener banget Mba. Salam kenal Mba, sama-sama di tapis Blogger nih kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Whoaaa ... Dapet teman baru sesama Tapis Blogger. Semoga dapat kesempatan untuk ketemu langsung ya, mbak.
      Makasih untuk kunjungannyaaa ^_^

      Hapus
  5. Saya setuju bahwa memesona itu tidak harus cantik atau memakai pakaian pakaian mewah dan mahal. Memesona Seseorang datang dari kepribadian yang hangat dan percaya diri. Kebaikan hatinya terpancar dari dalam bukan ke pura-pura an. Nah saya beberapa kali bertemu dengan orang seperti itu, membuat mereka gampang dicintai :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat, mbak :)
      Makasih sudah berkunjung.

      Hapus
  6. Memesona itu jika orang yang kita sayangi bahagia ya mbak..... pernah ngantor di bank yach wah hehehe aku juga. Salam kenal mbak Roma :)

    BalasHapus
  7. Karena sadar tampang saya pas2an, jadi berpikir untuk mencari kualitas lebih dari sisi selain fisik. Sip, Mba. Selalu menebarkan kehidupan dan hati yang cantik, biar tetap selalu memesona.

    BalasHapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)