15 Mar 2016

Block Mental Itu Bernama Malas (part 1)



Kata siapa belajar itu hanya untuk kaum muda saja? Belajar itu wajib dilakukan sepanjang masa. Selama kehidupan ini berlangsung, selama itu pula kita belajar. Belajar yang dimaksud tidak terbatas seperti di sekolah. Luas pengertiannya. Bisa belajar apa saja.

Sebuah contoh nyata, ayah saya. Di usia yang sudah memasuki kepala enam, kemauan belajar ayah masih terbilang sangat tinggi untuk orang-orang seusianya. Keseharian ayah diisi dengan mengurus ayam kampung yang jumlahnya mencapai ratusan ekor. Ngga kebayang gimana repotnya mengurus ayam-ayam tersebut. Ada ayam yang sakit, mati, ngga gemuk-gemuk padahal sudah diberi makan yang cukup. Diam saja? Ngga. Ayah berusaha mencari solusi. Belajar beternak ayam dari buku-buku dan juga internet. Saya kagum dengan semangat belajarnya beliau. Lain lagi saat musim durian, ayah jeli membaca peluang. Di daerah tempat tinggal saya, ada sebuah perkebunan durian montong yang ramai dikunjungi. Orang berbondong-bondong datang untuk menikmati buah durian langsung dari pohon. Atau bahasa lainnya fresh from the tree. Ayah ngga mau ketinggalan. Tetapi ngga hanya menikmati daging si raja buah tetapi BELAJAR budidaya durian. Ayah diskusi langsung dengan pemilik perkebunan tersebut. Dan ngga hanya sampai di situ, ayah juga mempraktekkannya. Pembelajaran dari pemilik perkebunan dikombinasikan dengan teori yang didapat dari mbah Google. Sekarang tinggal menunggu hasilnya. Semoga pohon-pohon durian yang ditanam ayah bisa tumbuh kokoh dan berbuah banyak.

Bagaimana dengan kita? Katanya kaum muda, suka belajar. Ayo, kita buktikan. Jangan mau kalah semangat dengan orang tua. Duh, buang deh sifat malas. Sifat yang satu itu, selalu jadi momok bagi orang untuk belajar. Hebat banget si malas ini. Banyak orang berhasil ditaklukannya. Berapa banyak usaha tumbang karena malas untuk belajar? Gimana ngga tumbang, ngga mau belajar ilmu marketing. Padahal saingan semakin bertambah dan mereka punya strategi marketing yang luar biasa. Berapa banyak orang kehilangan impiannya. Malas belajar tapi ingin sukses? Ngga mungkin. Hei, sukses butuh proses yang namanya belajar.

Hari gini masih “diperbudak” sifat malas. Ngga, deh. Segera susun strategi untuk menangkal jika tiba-tiba muncul sifat malas. Jangan dibiarkan ya, karena akan menggangu proses belajar. Selamat belajar. Semoga bermanfaat untuk membuat hidup teman-teman semakin bertumbuh.    



Yippee!!!
rOMa Pakpahan

3 komentar:

  1. ayoo...semangkaaa...

    semangat kakak...^_^


    boleh mampir anter kripik pedasnya kak...
    ke http://sakifah88.blogspot.co.id/2016/03/sadarlah-itu-cinta-2.html

    BalasHapus
  2. Makasih udah berkunjung. Salam kenal mbak Safikah.
    Aku mau mampir tapi ngga bisa, lho. Hiks.

    BalasHapus
  3. huaaaa,
    jadi malu sama kakek :(
    umur beliau sudah berkepala 6 tapi semangat belajarnya luar biasa,
    laa aku maish muda, tapi suka males >,<

    BalasHapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)