19 Feb 2016

Ketika Yanti Lupa Mencinta




Sore itu, Yanti duduk seorang diri di teras belakang. Termenung. Entah apa yang sedang ia pikirkannya. Besok merupakan hari ulang tahun seseorang yang dulu pernah menghuni di hatinya. Bagas. Laki-laki berbadan atletis, dengan lesung pipi yang melengkapi ketampanannya. Lelaki yang selalu mampu membuat hati Yanti meleleh dengan puisi-puisi romantis.

Itu dulu. Kini, Yanti harus berjuang melewati hari-hari dalam kesendirian. Tragedi naas dua tahun lalu merenggut nyawa Bagas, laki-laki yang begitu dicintainya. Yanti sangat terpukul dan sempat mengalami depresi berat. Sebulan penuh, ia hanya menangis dan tak mau keluar kamar. Keluarga dan juga Siska, sahabatnya merasa khawatir dengan kondisi Yanti. Semua berusaha menghibur. Mereka tidak sampai hati melihat Yanti larut dalam kesedihan yang mendalam. Setelah sebulan kejadian tersebut, Yanti perlahan mulai bisa menerima kepergian Bagas dengan ikhlas.

Siska bahkan berusaha beberapa kali memperkenalkan Yanti dengan beberapa temannya. Siska berharap Yanti bisa membuka pintu hatinya. Memberi kesempatan bagi cinta yang baru. Tetapi Yanti menolak dengan tegas. Dengan alasan ia belum siap. Tidak mau hanya pelarian saja. Menurutnya cinta itu bukan pakaian, jika bosan lalu diganti atau bahkan dibuang begitu saja.

Suatu senja di sebuah halte.
“Hai, Yanti.” Sapa seseorang saat Yanti sedang menunggu bis.
“Hai.” Yanti hanya menanggapi seadanya.
“Kamu lupa, ya? Saya Farhan. Kita satu angkatan.”
Yanti berusaha mengingat sejenak. “Ya ya, saya ingat sekarang.” Masih dengan gaya cuek.
“Wah, udah lama banget kita ngga ketemu. Terakhir pada saat wisuda. Kamu terlihat semakin cantik, ya.”

Itu awal pertemuan kembali Yanti dan Farhan. Setelah sekian tahun mereka tidak bertemu. Perlahan namun pasti, Farhan mampu mengembalikan keceriaan Yanti. Farhan datang di waktu yang tepat. Ketika Yanti lupa mencinta, dengan sabar Farhan mengingatkan kembali makna cinta.  






Yippee!!!
rOMa Pakpahan

2 komentar:

  1. seperti belum selesai ceritanya ... atau sengaja menggantung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya lg belajar nulis flash fiction, bun ^_^
      Terima kasih tuk kunjungannya.

      Hapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)