11 Feb 2016

TERIMA KASIHKU PADAMU, MASS MARKET


Terima kasih. Sebuah ungkapan sederhana, yang memiliki makna kuat nan indah. Tetapi terkadang kita lupa mengucapkannya. Seberapa sering kita mengucapkan terima kasih kepada orang-orang di sekitar kita? Sebagai makhluk sosial, ungkapan sederhana ini tidak lepas dalam keseharian kita. Pernahkah terlintas dalam pikiran kita untuk mengucapkan terima kasih kepada tukang sayur, pemilik warung makan, penjual buah atau penjahit? Ya, mereka lah yang disebut mass market.


Kenapa mass market? Kehadiran para pelaku usaha tersebut telah banyak membantu dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita sering tidak menyadarinya. Coba bayangkan! Apa yang terjadi jika tak ada mass market di sekitar kita? Hemm… Betapa repotnya. Maka tak salah memang, jika mereka mendapat ucapan terima kasih yang tulus dari pelanggannya disertai dengan senyuman super manis.

Terima kasih mass market dalam cerita kami.

Saya memulai cerita pada saat masa kuliah.
Kira-kira 10 tahun yang lalu, saya merantau ke pulau seberang. Tepatnya untuk menuntut ilmu di sebuah universitas swasta yang terletak di Salatiga. Kenapa saya harus ke Salatiga? Alasannya sederhana. Karena kakak sudah terlebih dahulu kuliah di sana dan juga fakultas yang saya inginkan tidak terdapat pada universitas yang ada di kota kelahiran saya. Seperti anak kos pada umumnya, saya harus terbiasa menyantap menu makanan yang tersedia di warung makan. Biasanya ibu yang menyajikannya. Kali ini berbeda. Tapi saya sangat bersyukur, banyak tersedia warung makan yang ramah dengan kantung anak kos. Dan yang paling penting, pemilik warung makan tetap memperhatikan kebersihan dan cita rasa. Salah satunya, warung milik bude Darmi. Saya pun tidak merasa khawatir saat menyantap makanan yang dihidangkan. Tak terbayang bagaimana repotnya jika saya harus masak sendiri. Sedangkan kegiatan kuliah cukup menyita waktu. Belum lagi ditambah dengan tugas yang menumpuk dan aktivitas berorganisasi. Keberadaan warung-warung makan itu sangat membantu saya dan teman-teman mahasiswa. Terima kasih bude Darmi.

Sampai saat ini pun, keberadaan mass market masih sangat membantu kami.


Bu Sarah melayani pelanggan dengan ramah

Totet totet totet …
Terdengar di kejauhan suara khas yang selalu dinantikan kedatangannya oleh ibu saya. Tak lama kemudian, sebuah mobil pick up melintas di depan rumah. Turun seorang perempuan. Wow! Ya, dialah bu Sarah. Tukang sayur langganan ibu. Awalnya bu Sarah berkeliling dengan menggunakan motor. Tidak banyak variasi sayur mayur dan lauk pauk yang dijual. Karena keterbatasan tempat. Maka bu Sarah mencari ide agar bisa memenuhi permintaan ibu-ibu langganannya. Setelah berdiskusi dengan suaminya, bu Sarah pun memilih mobil sebagai armada untuk berjualan. Satu hal yang membuat saya sangat kagum, yaitu keberanian bu Sarah. Hanya memerlukan waktu dua minggu saja untuk belajar mengendarai mobil. Luar biasa loyalitas bu Sarah kepada para pelanggannya. Demi memuaskan pelanggan, ia berjuang melawan rasa takutnya. Kini, ibu-ibu di sekitar lingkungan tempat tinggal saya dapat menghidangkan makanan yang bervariasi untuk keluarga tercinta. Terima kasih bu Sarah.

Salah satu rahasia menjalankan usaha agar tetap bertahan adalah dengan adanya pengelolaan keuangan yang baik. Wajib dipisahkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Caranya?

BTPN punya jawabannya.

BTPN berkomitmen menjadi Bank mass market terbaik dan mengubah hidup berjuta rakyat Indonesia. Maka pada tahun 2011, diluncurkan program DAYA. Salah satu pilar DAYA yaitu, Tumbuh Usaha. Tujuannya membekali mass market dengan informasi seputar usaha (seperti pengelolaan keuangan), pelatihan wirausaha dan peluang usaha agar mereka dapat mengembangkan usaha. Sehingga tercipta kehidupan yang lebih baik.

Ada info penting nih. Dengan menabung di BTPN Sinaya, kita ikut serta dalam membantu memberdayakan mass market. Kok bisa? Ya, karena setiap dana simpanan kita, disalurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pembiayaan usaha. Seperti tukang sayur, pemilik warung makan, penjual buah, pedagang kelontong dan penjahit. Jadi, tabungan tidak hanya bermanfaat bagi diri kita saja, tetapi juga bagi masyarakat luas. Oiya, BTPN juga memberikan simulasi Menabung untuk Memberdayakan.

1. Buka www.menabunguntukmemberdayakan.com. Klik pada MULAI SIMULASI.

www.romapakpahan.blogspot.co.id

     2. Ada dus pilihan yaitu, connect facebook to start dan simulasi manual. Saya memilih simulasi manual.

www.romapakpahan.blogspot.co.id

     3. Kita diminta untuk mengisi nama, alamat email dan bidang yang ingin diberdayakan (art & culture, culinary, fashion). Saya pilih culinary. Lalu klik MULAI LOGIN.

www.romapakpahan.blogspot.co.id

     4. Selanjutnya diminta untuk menentukan berapa jumlah yang ingin di tabung setiap bulan dan berapa lama ingin menabung. Untuk menentukannya, geser kursor sesuai dengan jumlah dan jangka waktu yang diinginkan. Saya memilih untuk menabung 1 per bulan dengan jangka waktu 6 bulan.

www.romapakpahan.blogspot.co.id
www.romapakpahan.blogspot.co.id


     5. Setelah itu, klik LIHAT HASIL SIMULASI dan akan ditampilkan hasilnya yang dikirimkan ke alamat email yang tadi telah didaftarkan.

www.romapakpahan.blogspot.co.id

Mudah bukan? Selamat mencoba teman-teman.

Mass market telah menjadi bagian penting dalam keluarga kami. Sejak saya bayi hingga saat ini. Kalau diceritakan semua, pasti sangat panjang. Semoga bermanfaat. Terima kasih mass market. Terima kasih BTPN telah menjadi sahabat setia mass market.

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi penulisan blog 'Terima Kasih Mass Market' yang diselenggarakan BTPN Sinaya.


sumber informasi : www.btpn.com      

1 komentar:

  1. klo gak ada penjual2 seperti bu sarah atau bude darmi, ibu2 bisa repot ya mbak.. dan hebatnya bptn hadir memberi keringanan utk usaha2 kecil seperti mereka..

    BalasHapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)