23 Jan 2016

Ibu dan Aku



Hoaaaa…
Terdengar suara bayi menggelegar memenuhi ruang bersalin. Tangisan yang bagaikan nyanyian merdu itu, disambut dengan sukacita oleh seorang perempuan. Berakhir sudah penantian 9 bulan 10 hari. Selama itu, tak pernah sedikit pun ia mengeluh. Ia tahu benar. Ia sedang menjalankan sebuah tugas mulia. Ingatannya kembali menerawang. Teringat saat ia mengetahui bahwa rahimnya dipilih sebagai tempat disemainya tunas kehidupan. Ada rasa sukacita yang luar biasa. Tak henti-hentinya terucap doa syukur. Doa yang selalu mengiringi setiap perkembangan kehidupan baru itu. 

Ia, perempuan yang rela bertaruh nyawa demi mahluk kecil yang berkembang di rahimnya. Agar lahir ke dunia dengan selamat dan sehat. Rasa sakit tidak membuatnya takut dan menyerah. Semua yang dilakukannya tulus tanpa mengharap suatu apapun. Meski mereka tidak saling mengenal, tetapi mereka saling menyayangi. Perempuan itu bersedia berbagi dalam segala hal. Setiap hari mereka berinteraksi. Tendangan-tendang kecil pada rahim perempuan itu seakan mengungkapkan kegirangan. Kini si mahluk kecil telah berada dalam dekapan hangat perempuan itu. Tertidur pulas. Masih tampak jelas raut lelah di wajah perempuan itu. Namun senyum bahagia mampu ia lukiskan dengan indah.

Perempuan hebat itu adalah ibu dan makhluk kecil itu adalah aku. Ya, kelak aku akan merasakan hal yang sama. Karena aku perempuan.

Terima makasih, ibu.

#OneDayOnePost
#HariKesepuluh
#Toples Aksara



Yippee!!!
rOMa Pakpahan
 





1 komentar:

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)