13 Jan 2016

7 JURUS SAKTI ALA TOPLES AKSARA




Sudah hampir setengah jam, saya duduk manis di depan laptop.Tetapi belum terlintas satu pun ide untuk dituangkan. Laptop sepertinya sudah tidak sabar menantikan jari-jari saya menari-nari di atas keyboard. Bingung mau menulis apa. NGGA ADA IDE!!! *teriak. Beberapa kata saya tuliskan, tapi stag! Bung ide dimanakah engkau berada??? Aaaaarrrgghhh… *kepala dan hidung mengeluarkan asap. Jengkel banget rasanya.

Mungkin banyak diantara teman-teman pernah mengalami apa yang saya alami. Menurut beberapa artikel yang saya baca, keadaan tersebut dinamakan BLOCK WRITER. Dan faktanya, block writer ngga hanya dialami oleh penulis pemula seperti saya. Para penulis profesional pun pernah mengalami hal tersebut. Legaaa. Berarti masih wajar dong. Bukan salah satu bentuk penyimpangan bagi seorang penulis. Yeaaay!!! Sebenarnya ide itu ngga akan pernah habis selama otak kita mampu bekerja dengan baik. Karena ide bertebaran dimana saja. Menunggu kejelian kita saja.

Berikut 7 jurus sakti penangkal block writer ala toples aksara :

1.       1. Temukan tempat yang tenang
Kamar merupakan tempat favorit saya untuk menulis. My private room. Tenang. Kan, ngga mungkin dong ada orang yang sibuk berlalu lalang. Saya termasuk tipe orang yang gampang teralih konsentrasinya. Kalau di kamar pastinya tenang. Hanya saya sendiri. Ngga ada yang mengajak ngobrol. Gimana mau mulai nulis kalau diajakin ngobrol terus. Ide-ide udah numpuk bisa lenyap seketika. Oh, noooo!!!

2.       2. Dengerin musik
 Asyik lo, menulis sambil dengerin musik. Tentunya pilih lagu-lagu yang tenang. Hindari aliran musik yang hingar bingar. Karena akan mengganggu konsentrasi kita. Dalam menulis, kita butuh suasana tenang. Masukkan lagu-lagu favorit kita ke dalam playlist. Kali aja dapat ide baru dari lirik lagu yang sedang kita dengar. Kalau saya sih, lebih senang untuk mendengarkan musik instrumen. Supaya bisa fokus dengan tulisan. Kuatirnya saya malah ikutan nyanyi. Terus nulisnya kapan dong? Hihihihi… 

3.       3. Perbanyak membaca buku
Pembaca yang baik menghasilkan penulis yang baik. Karena dengan membaca, kosa kata kita pun bertambah. Tulisan kita menjadi lebih menarik. Tidak monoton. Sehingga orang tidak bosan untuk membaca tulisan kita. Selain itu, kita bisa saja mendapatkan ide. Banyak buku nongkrong di toko buku dengan tema yang sama. Tetap saja ada yang membeli. Tergantung bagaimana kita mengolah kata-kata sehingga menjadi tulisan yang menarik dan bermanfaat. Istilahnya perang kualitas.  

4.       4. Luangkan waktu untuk bersosialisasi  
Saat menulis, interaksi kita dengan orang lain pasti berkurang. Manusia diciptakan oleh Sang Pemilik Kehidupan sebagai makhluk sosial. Itu artinya kita perlu juga berinteraksi dengan keluarga, sahabat, tetangga dan lingkungan lainnya. Jangan sampai kegiatan menulis membuat kita menjadi orang yang (introvert) tertutup. Akhirnya memilih untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Untuk itu, kita perlu meluangkan waktu untuk bersosialisasi. Ada manfaatnya juga lo jika kita bersosialisasi. Apa yang kita lihat, rasakan dan dengar dapat menjadi bahan tulisan. Siapa tahu dari curhatan sahabat, kita terinspirasi menulis cerita. Dan lahir sebuah novel best seller. Why not?

5.       5. Selalu bawa agenda kecil
Salah satu senjata seorang penulis adalah agenda kecil. Karena kemampuan mengingat otak kita terbatas. Apalagi kalau sudah faktor “U”. Daya ingat mulai menurun. Ups! Termasuk saya. Bung ide kalau datang, seringnya ngga membuat appointment terlebih dahulu sih. Misalnya, saat kita sedang menunggu antrian tiba-tiba muncul ide bagus. Kalau ngga segera dicatat, wah bahaya tuh. Bakal lenyap seketika. Kita ngga tahu, ide kita tadi bisa menjadi sebuah buku yang dapat menginspirasi banyak orang. Sayang kan?  

6.       6. Buka album foto
Pastinya teman-teman punya album foto. Walau mungkin di saat ini jarang sekali orang menyimpan foto-foto di album. Sekarang semua serba digital. Setiap foto pasti mempunyai cerita sendiri. Nah, cerita di balik foto-foto tersebut bisa kita jadikan sebagai bahan tulisan. Ayo segera lari ke gudang. Cari keberadaan si album foto. Bung ide sudah ngga sabar tuh menanti kedatangan kita.  

7.       7. Makan dan minum
Ini yang terakhir dan ngga kalah penting dengan jurus yang sudah saya jabarkan di atas. Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok bagi tubuh. Khususnya otak. Kita memerlukan nutrisi yang baik. Jadi tidak asal kenyang saja ya. Coba bayangkan, kalau kita menulis seharian tanpa makan dan minum. Apa yang terjadi? Tubuh dan otak menjadi lelah, bung ide pun enggan berkunjung. Mungkin saja kita masih tetap bisa menulis namun tulisannya tidak berkualitas. Untuk apa kita sudah menulis panjaaaaang tetapi ngga bermakna. Sia-sia saja. Nah, kalau otak dan tubuh kita tercukupi nutrisinya maka kita mampu berpikir dengan baik. Bung ide pun dengan senang hati berkunjung. Oya, masih berhubungan dengan makanan dan minuman nih. Bagi teman-teman yang suka hunting tempat makan, bisa juga lo dijadikan sebagai bahan tulisan. Bahkan bisa menambah rupiah-rupiah di dompet lo. Sebutan kerennya food blogger. Wuih mantap kan!

Semoga bermanfaat ya. Jurus-jurusnya udah dapat. Tapi yang paling penting, untuk menjadi seorang penulis, kita wajib memiliki komitmen. Tanamkan dalam diri teman-teman keinginan yang kuat untuk menulis. Kapan??? Ya, SEKARANG… Jangan hanya NATO, No Action Talk Only!

#OneDayOnePost
#HariKetiga

Yippee!!!
rOMa Pakpahan   


1 komentar:

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)