22 Feb 2017

Menua itu Pasti. Bahagia adalah Pilihan!

Tidak ada satu pun yang abadi di dunia. Semua ada batas waktu. Termasuk kehidupan ini. Perlahan namun pasti, kita akan memasuki satu fase kehidupan yang dinamakan “tua”. Kita tidak akan pernah berada di usia muda terus menerus. Kita akan menua. Itu pasti. Sudah hukum alam. Tak seorang pun diantara kita mampu untuk menolaknya.

Tak sedikit diantara kita merasa takut menghadapi hari tua. Banyak faktor yang mempengaruhi. Diantaranya fisik yang mulai melemah, menjadikan seseorang mengalami keterbatasan untuk beraktivitas. Kulit yang mulai keriput. Rambut yang semakin memutih. Berkurangnya penglihatan serta pendengaran. Dan hal yang paling “menakutkan” yaitu, masalah keuangan karena sumber pendapatan mengalami penurunan sekitar 60%. Sedangkan pengeluaran mengalami penurunan hanya sebesar 6% saja. Hal ini tentu membuat kondisi keuangan menjadi besar pasak dari pada tiang.   


Jangan sampai hal ini terjadi pada kita.

Tidak dapat dipungkiri, menjadi tua telah menjadi bagian yang tak terhindarkan dari hidup ini. Semua orang harus belajar untuk menerimanya agar tetap bisa (((BAHAGIA DI HARI TUA))).

Adakah diantara kita yang mendambakan hidup susah? Tentu semua akan menjawab dengan tegas, TIDAK! Ya, sudah dapat dipastikan semua orang ingin merasakan kebahagiaan dalam kehidupannya. Tak seorang pun ingin hidup susah terutama saat berada di masa tua. Iya apa iya?

Kepada para kaum muda, bacalah sebentar saja. Mari luangkan waktumu sejenak untuk membaca artikel ini sampai selesai. Saya mohon.

Memang saya tidak memiliki keahlian apapun dalam hal ini, namun saya ingin mengingatkan dan mengajak kita semua yang masih muda untuk mempersiapkan hari tua dengan baik. Selagi masih ada waktu. Jangan sampai ada tetes air mata penyesalan nantinya. Yuk, berbagi dan berdiskusi bagaimana cara mempersiapkan diri sedini mungkin agar bisa bahagia di hari tua.

Apa sih lanjut usia (disingkat lansia) itu?

Menurut Undang Undang No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, definisi lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas.

Pada usia tersebut seseorang berada di usia pensiun. Ada juga yang menyebutnya sebagai usia non produktif. Benar, pada usia tersebut, seseorang tidak lagi mampu untuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan barang atau jasa, pekerjaan yang memberinya pendapatan dalam bentuk uang.

Pada tahap ini, bahkan ada sebagian orang akan mengalami Post Power Syndrome. Gejala yang timbul ketika seseorang tidak lagi menduduki suatu posisi sosial tertentu. Misalnya mantan pejabat tinggi pada sebuah perusahaan. Post Power Syndrome bisa memicu munculnya rasa tidak bahagia karena saat di usia tua, merasa dirinya sudah tidak berguna dan tidak memiliki kekuasaan seperti ketika masih muda dulu.

Bagi seseorang yang ketika usia muda memiliki gaya hidup konsumtif dan selalu dikelilingi banyak teman untuk bersenang-senang. Dan ketika beranjak menuju usia tua, semua kesenangan tersebut sirna. Kehidupan mengalami perubahan yang drastis. Usia tua pun terasa menyiksa. 

Mereka pun akhirnya mengalami stres. Efeknya, penyakit pun berlomba-lomba singgah. Alzheimer, stroke, jantung, dan berbagai penyakit menakutkan lainnya siap menyerang seperti seekor singa kelaparan.


Pesan om Bob Sadino kepada kita, kaum muda.

Hari tua menurut saya adalah …

Bagi saya pribadi, hari tua merupakan saatnya untuk “santai”. Kenapa begitu? Sejak dilahirkan di dunia ini, hidup kita selalu dipenuhi dengan berbagai macam perjuangan. Ketika bayi, kita sudah dituntut meyelesaikan tahap-tahap tugas perkembangan sebagai bekal kita agar bisa menjadi manusia seutuhnya. Tengkurap, duduk, berjalan, berlari. Dan masih banyak lagi yang harus kita pelajari agar bisa tetap “berdiri” tegap menghadapi berbagai macam tantangan hidup.  

Tak berhenti hanya sampai di situ, semakin bertambah usia, semakin tinggi tuntutan yang harus dijalankan agar tetap bisa bertahan di tengah-tengah kerasnya kehidupan. Selanjutnya kita masuk pada usia produktif. Usia di mana seseorang dituntut untuk hidup mandiri, tidak lagi bergantung pada orang tua. Seseorang harus bekerja agar mampu memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Sandang, pangan, papan, hiburan, kendaraan dan kebutuhan lainnya.

Nah, ketika usia tua. Inilah saat yang tepat bagi seseorang untuk bersantai. Menikmati hasil dari perjuangan hidup, jerih payah di masa muda. Waktunya menghabiskan sisa hidup untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan berkumpul dengan keluarga. Iya, bermain, bercanda, dan tertawa bersama cucu. Hmmm… coba bayangkan momen tersebut. Betapa membahagiakan, kan? Tetapi semua itu bisa terjadi jika kita telah mempersiapkan hari tua kita dengan sebaik mungkin. 

Jika tua nanti, saya berharap tidak perlu lagi bekerja keras. Kalau pun ingin tetap berkarya, hanya sekedar untuk mengisi waktu agar ada kegiatan saja. Bukan sebagai sumber penghasilan. Karena memang hari-hari kita harus diisi dengan kegiatan bermanfaat agar tidak mudah terserang pikun.        

Sebelum kita bahas lebih lanjut, simak video ini dulu yaaa … 

  sumber: www.youtube.com

Bagaimana kehidupan di masa tua nanti, bisa mulai kita rancang sejak di usia muda, loh. Mau bahagia atau susah? Kita bebas untuk menentukan pilihan.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk mempersiapkan hari tua yang bahagia?

  • Bersyukur. Ketika hidup dipenuhi dengan rasa syukur, maka kita akan selalu merasa bahagia dalam kondisi apapun. Dengan bersyukur berarti kita mampu memandang secara positif apa yang terjadi, meski terkadang tidak sesuai dengan harapan. Sikap ini sangat diperlukan ketika kita tua nanti. Karena seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa akan banyak perubahan yang terjadi. Rasa syukur tentu akan membuat kita kuat menghadapi semua perubahan-perubahan tersebut dan hidup akan terasa nyaman. Hai, para kaum muda, mulailah untuk belajar bersyukur.    
  • Jaga Kesehatan. Sebanyak apapun harta yang telah kita kumpulkan, semua itu akan dengan mudah habis jika di masa tua kita sakit-sakitan. Percuma punya harta berlimpah, toh kita tidak bisa menikmatinya. Luangkan waktu untuk berolahraga. Stop merokok. Jika kalian menonton video Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya. Dikatakan bahwa pengeluaran untuk rokok saja per bulan bisa mencapai angka 600 ribu. Bayangkan berapa uang yang kita bakar percuma selama bertahun-tahun? Dan apa yang kita dapat? Penyakit! Bagaimana kita mau bermain dengan cucu, jika tua nanti, waktu kita hanya habis di ranjang rumah sakit. Bagi kalian yang saat ini merokok, coba deh untuk dipikirkan kembali. Penyesalan ada di belakang, yeees. Jangan sampai terlambat mengambil keputusan, ya.       
  • Jauhi Sikap Konsumtif. Kalau ini biasanya terjadi pada kaum perempuan. Hayo, siapa yang punya predikat miss jinjing? Yuk, ah belanja sesuai kebutuhan saja. Bukan hanya karena lapar mata. Tidak tahan melihat gaun, tas, sepatu, lipstik. Rasanya kalau ke mall semua ingin diangkut. Bisa juga karena gengsi. Rival punya tas baru, tidak mau kalah. Ikutan beli juga. Kalau begini terus, wah, gaji kita bakal habis tak bersisa. Semua itu hanya pemuas sesaat saja. Toh, kalau sudah tua nanti, kita tidak akan memerlukan semua barang-barang itu. Malu dong dipanggil, nenek centil. Nah, mulai sekarang belajar untuk belanja karena memang kita benar-benar membutuhkan barang itu. Susah. Iya. Tapi bisa kok, kalau memang mau berusaha.   
  • Menabung sejak dini. Kalau untuk urusan nabung sepertinya kita semua sudah tahu manfaatnya. Sejak kecil, orang dan guru pasti sudah mengajarkan banyak hal tentang menabung. So, sekarang tinggal kitanya saja. Mau atau tidak menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Jangan sampai sepanjang usia, kita harus tetap bekerja keras terus menerus karena tidak mempunyai uang simpanan untuk mencukupi kebutuhan hidup sebagai jaminan hari tua. Boro-boro mau bahagia. Tiap hari masih harus memikirkan, "bagaimana makan besok?" 
  • Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.   

Kenapa harus menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Tonton deh video ini. Kalian pasti akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan  tersebut. 


sumber: www.youtube.com

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan adalah badan hukum publik yang ditugaskan negara untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja dan keluarganya. Kalian tentu pernah mendengar Jamsostek? Nah, sejak tanggal 1 Januari 2014, Jamsostek bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan memiliki 4 program: 
  1. Program Jaminan Kecelakaaan Kerja, yaitu memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk perjalanan dinas. 
  2. Program Jaminan Kematian, memberi manfaat uang tunai kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja.
  3. Program Jaminan Hari Tua, bertujuan untuk menjamin adanya keamanan dan kepastian terhadap risiko sosial ekonomi.
  4. Program Jaminan Pensiun, bertujuan mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta maupun ahli warisnya dengan tetap memberikan penghasilan setelah peserta memasuki masa pensiun.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah:
  • Pekerja formal atau Pekerja Penerima Upah, seperti pegawai perusahaan dan buruh pabrik.
  • Pekerja informal atau Pekerja Bukan Penerima Upah (tidak menerima gaji bulanan), seperti dokter, pengacara, pedagang, tukang ojek, supir angkot, nelayan, artis, ... (bisa kalian tambahkan sendiri). Saya mau menambahkan blogger^^).
  • Pekerja Jasa Konstruksi. 

BPJS Keteneagakerjaan memiliki motto, menjadi jembatan menuju kesejahteraaan pekerja. Melalui program-program yang ada, diharapkan para pekerja dapat bekerja dengan lebih produktif karena adanya rasa aman. Sedangkan bagi keluarga, bisa tenang karena adanya jaminan kesejahteraan. 

Saya mendapat informasi baru nih, ternyata BPJS Ketenagakerjaan tidak terbatas hanya bagi pekerja formal saja, yaitu mereka yang bekerja pada perusahaan atau pabrik saja. Pekerja dari profesi di luar itu pun bisa juga mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Meski berprofesi sebagai blogger yang tidak menerima gaji bulanan, ternyata saya juga bisa mendaftar sebagai peserta dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Bagaimana dengan teman-teman blogger lainnya? Yuk, kita mulai sejak dini berinvestasi untuk kebahagiaan di hari tua.

Fyi, saat ini blog juga bisa dijadikan sumber rejeki, loh. Dari hasil ngeblog, pundi-pundi rupiah mengalir lancar ke rekening. Sudah banyak buktinya.     

Dari pada menghabiskan uang tidak jelas, lebih baik kita sisihkan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan, deh. Supaya ketika tiba di hari tua, kita lebih siap menghadapi hari-hari. Karena BPJS Ketenagakerjaan mempunyai filosofi kemandirian dan harga diri dalam mengatasi risiko sosial ekonomi. Kemandirian berarti tidak tergantung kepada orang lain dalam membiayai perawatan pada waktu sakit, kehidupan di hari tua maupun bila anggota keluarga yang merupakan tulang punggung keluarga meninggal dunia. Harga diri berarti jaminan tersebut diperoleh sebagai hak dan bukan dari belas kasihan orang lain.

Meski telah memasuki usia lanjut, namun harga diri tetap terjaga. Dan tetap mampu hidup mandiri. Tidak menjadi "beban" bagi keluarga. Aseeek! Akhirnya kita bisa mengatakan kepada orang-orang tercinta, Begini loh Cara Menjadi Bahagia di Hari Tua.

Menualah dan bahagiakan dirimu!

Untuk informasi lebih lanjut, teman-teman bisa mengunjungi kantor BPJS terdekat, ya.



Salam, 
~RP~
  

Tulisan ini saya persembahkan bagi bapak dan mama. Semoga kalian bisa merasakan hari tua yang penuh kebahagiaan. Senyum kalian adalah penyemangat kami, anak-anakmu. 


Sumber:
http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/ 
Foto Bob Sadino : https://id.wikipedia.org/wiki/Bob_Sadino
Foto kakek tua : http://www.agusmulyadi.web.id/2015/12/hasrat-bekerja-di-usia-renta.html

2 komentar:

  1. Sip banget tipsnya mbak. Saya ni terutama sdg berusaha hidup lebih sehat n lbh banyak nabung daripada jajan ga jelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak. Ternyata uang yang dipake tuk jajan, kalo dikumpul2in hasilnya lumayan juga loh ^^

      Hapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)