18 Jun 2016

Perempuan Itu





Kehidupan pernikahan Siska dan Rapin mulanya dipenuhi sisi romantis dan kebahagiaan. Keduanya saling mencintai. Tetapi perlahan rasa cinta itu mulai memudar. Hambar. Rapin terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Atas nama keluarga, ia bekerja keras. Namun justru kesibukannya itu yang membuatnya melupakan keluarga.

Tak ada lagi obrolan hangat. Berganti dengan kata-kata kasar yang tak jarang melukai perasaan Siska. Tiada hati tanpa amarah. Hari-hari Siska semakin sepi. Ditambah tak ada suara tangis maupun tawa ceria sang buah hati yang menemaninya. Enam tahun lalu, dokter menvonis dirinya tidak bisa mempunyai keturunan. Sejak saat itu, semua berubah total.

“Pin, gimana kalau kita mengadopsi anak saja?” desak Siska.
“Tidak! Aku hanya ingin anak yang merupakan darah dagingku!” bentak Rapin.
“Tapi hal itu mustahil, Pin,” ucap Siska lemah.
“Sudahlah. Tidak perlu dibahas lagi. Aku capek!” jawab Rapin sengit.

Jumat sore.

Siska sedang menyiapkan menu spesial untuk makan malam. Opor ayam, menu favorit Rapin. Siska ingin memberi kejutan di hari ulang tahun pernikahan mereka. Sepuluh tahun. Ya, bukan waktu yang sebentar.

Jam dinding berdentang tujuh kali. Rapin belum juga muncul. Makan malam telah siap sejak tadi. Tertata rapi. Tampak sempurna.
Sejam berlalu, terdengar suara mobil mendekat. Tak lama kemudian, terdengar langkah menuju ruang makan. Siska segera beranjak menyambut kedatangan suaminya.

Happy Anniversary kita, sayang,” ucap Siska mengecup pipi kanan Rapin mesra.
Rapin hanya diam mematung. Raut wajahnya datar. Di belakangnya muncul seorang perempuan muda sedang menggendong bayi.

“Siapa perempuan itu, Pin?” tanya Siska heran.
“Ibu dari anakku,” jawab Rapin tenang.

Seketika pandangan Siska berubah menjadi gelap. Tubuhnya terasa melayang.


"Cerita ini diikutsertakan dalam mini giveaway novel Three karya Reffi Dhinar"

http://www.wordholic.com/2016/06/mini-giveaway-berhadiah-novel-keempat.html
 

4 komentar:

  1. Cinta Rapin dan Siska udah lewat masa tenggang. Ups. Kayak kartu selular aja. Hahaha.

    BalasHapus
  2. sedih banget... tunggu pengumumannya besok ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeaay! Seneng dikunjungi sama yang punya GA, thanks mbak Reffi :)
      Ngga sabar nih nunggu pengumumannya *harap2 cemas*

      Hapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)