17 Mar 2016

Rahasia Mewarnai



Jika mendengar kata “mewarnai” maka otak kita akan segera menghubungkannya pada kata “anak”. Ya, mewarnai dan anak ibarat lem dan perangko. Begitu berkaitan erat. Sebelum mengenal huruf dan angka, anak lebih dulu mengenal warna. Anak sangat antusias untuk mengeksplorasi warna yang beraneka ragam. Tahukah teman-teman, melalui aktivitas mewarnai, anak belajar banyak hal. Saat mewarnai, anak tidak hanya sekedar mengoreskan warna warni di atas kertas gambar. Merubah kertas putih menjadi gambar berhias warna ceria khas anak-anak. Penasaran apa saja rahasia mewarnai? Simak, yuks!

Belajar kemampuan motorik halus. Apa sih kemampuan motorik halus itu? Kemampuan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi tangan-mata. Setiap anak memiliki kemampuan motorik halus yang berbeda. Tergantung dari daya serap anak dan stimulasi yang diberikan. Peran orang tua sangat penting. Kenapa orang tua? Karena sekolah pertama anak adalah di rumah. Orang tua dapat mengenalkan anak dengan aktivitas mewarnai. Dengan mewarnai, anak berlatih kemampuan motorik halusnya. Anak belajar mengontrol gerakan tangannya. Saat anak mulai memasuki pendidikan formal tingkat dasar, tidak lagi mengalami kesulitan. Karena koordinasi tangan dan mata telah terstimulasi dengan baik. Anak tidak lagi kesulitan untuk menulis, menggunting, dan aktivitas lain yang melibatkan otot kecil serta koordinasi tangan-mata.

Belajar tanggung jawab. Kok bisa? Dengan kegiatan mewarnai anak belajar bertanggung jawab untuk menyelesaikan gambar hingga selesai. Sehingga saat anak memasuki usia sekolah dasar dan dihadapkan dengan tugas-tugas sekolah. Anak telah siap. Sudah terlatih untuk bertanggung jawab menyelesaikan suatu kegiatan tertentu.

Belajar konsentrasi. Lho, apa hubungannya? Ada. Saat dihadapkan dengan kertas mewarnai, anak harus tetap konsentrasi pada detail-detail bentuk yang akan diwarnai. Walaupun ada gangguan. Seperti, adik yang mondar mandir, teman yang berteriak, suara ayah yang sedang menelepon, suara televisi. Apapun itu, anak harus tetap menjaga konsentrasi sampai aktivitas mewarnai selesai. Hal ini baik bagi anak saat mulai masuk sekolah dasar. Anak akan terbiasa jika ada gangguan dari teman-teman. Saat guru sedang menjelaskan materi di depan kelas, anak tetap bisa fokus. Begitu juga saat anak mengerjakan soal ujian. Ribet urusannya kalau konsentrasi anak mudah teralihkan. Bakal ngga naik kelas dong. Kertas ulangannya bersih a.k.a ngga dikerjakan. Gagal fokus.

Belajar kesabaran. Benar banget. Kalau mewarnai ngga sabar, hasilnya ngga bakal bagus, deh. Corat coret ngga jelas. Bahkan mungkin ada yang mewarnai keluar dari garis. Seharusnya gambar ikan hiu yang sedang berenang, berubah jadi gumpalan-gumpalan warna yang ngga menentu.

Demikian. Semoga bermanfaat. Kalau ada diantara teman-teman ada yang ingin menambahkan rahasia mewarnai. Silakan dituliskan di kolom komentar. Terima kasih sudah membaca.


Yippee!!!
rOMa Pakpahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)