13 Nov 2016

TELKOM Telah Menjadi Bagian Penting Dalam Hidup Saya



Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. 

SEJARAH KOMUNIKASI
Sejak adanya kehidupan manusia di dunia ini, sejak itu pula dimulainya sejarah komunikasi. Seperti kita ketahui bersama bahwa manusia merupakan makhluk sosial, komunikasi diperlukan agar bisa saling berhubungan satu dengan yang lain. Pada awalnya, komunikasi terbatas pada suara yang diterima oleh telinga. Namun kemampuan pendengaran manusia terbatas. Lalu bagaimana jika mereka berada dalam radius yang cukup jauh dan tidak terjangkau lagi oleh kemampuan telinga.

Manusia mulai memikirkan untuk menggunakan alat untuk membantunya dalam berkomunikasi. Muncul komunikasi visual yang dimulai dengan sinyal asap yang digunakan oleh bangsa Yunani. Ternyata hal tersebut belum cukup efektif juga. Ketika cuaca sedang tidak mendukung, hujan misalnya. Hal itu tidak dapat dilakukan dengan baik. Manusia mulai mencari cara lain. Peradaban bangsa Mesir kuno yang pertama kali mengenal huruf. Sinyal asap yang umum digunakan dalam menyampaikan pesan, lalu beralih ke surat. Namun belum juga bisa memberi solusi, masih terdapat kendala. Pesan yang dibawa kurir tidak dapat sampai dalam waktu cepat.     

Manusia tidak menyerah begitu saja. Pada tahun 1849, seorang imigran Italia yang bernama Antonio Meucci menciptakan telepon untuk pertama kalinya. Dan saat itulah komunikasi semakin mengalami perkembangan dan inovasi.
Internet merupakan sumber informasi yang begitu diminati di era komunikasi digital ini.

Indonesia tidak mau ketinggalan, #IndonesiaMakinDigital. Hingga pada tanggal 26 Mei 1995 didirikan PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dengan meluncurkan kartuHALO pasca bayar. Fyi, Telkomsel merupakan salah satu anak perusahaan Telkom Group yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi seluler berbasis GSM. Dengan adanya layanan tersebut, kita semakin dimudahkan untuk memperoleh informasi, bahkan dari segala penjuru dunia. Tidak lagi dibatasi ruang dan waktu, kita dapat dengan mudah dan cepat mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam dan luar negeri sekalipun. Betapa beruntungnya kita hidup di jaman ini, di era digital. Semua serba cepat dan praktis.

Sejarah perkembangan Telkomsel.

KENANGAN TAK TERLUPAKAN BERSAMA TELKOMSEL
Saya adalah anak perempuan dari sebuah keluarga sederhana di sebuah kota kecil di Kabupaten Lampung Barat, Liwa. Ceritanya setelah lulus SMA (tahun 2002), saya memutuskan untuk merantau ke Salatiga, Jawa Tengah. Di sana saya kos. Saya masih dapat mengingat dengan jelas saat awal-awal berada di pulau seberang. Rasa rindu keluarga di rumah tak terbendung. Begitu asing dan canggung berada di tengah-tengah “keluarga” baru, para penghuni kos lainnya. Saya sering menangis ketika malam tiba. Sepi.

Hingga suatu hari, mama datang menengok keadaan saya. Dan betapa gembiranya, mama membelikan sebuah telepon selular. Ketika itu, telepon selular masih jarang dimiliki. Tidak seperti sekarang, anak TK saja sudah memiliki telepon selular sendiri. Bahagianya luar biasa. Kini, saya bisa tetap berkomunikasi (berbagi cerita) dengan keluarga di rumah meski kami tinggal berjauhan. Bayangkan jarak Liwa – Salatiga sekitar 958 km. Sangat jauh, kan?

Inilah pertama kalinya saya berkenalan dengan kartu pra bayar Telkomsel, SimPATI. Saya bisa telepon dan mengirim pesan singkat (SMS) walau tidak bisa terlalu sering, karena tarifnya ketika itu masih cukup mahal. Tapi setidaknya sangat membantu ketika saya kangen dengan suara bapak dan mama. Dengan mendengar suara mereka, seakan terpompa semangat untuk belajar lebih baik. Sebagai tanda terima kasih atas kesempatan untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Ya, ketika itu, di Liwa masih sangat jarang anak-anak seumuran saya yang dapat melanjutkan sekolah ke jenjang S1. Saya termasuk salah satu anak yang cukup beruntung itu. Thanks, God.



Saya tetap setia menggunakan produk Telkomsel. Tak bisa pindah ke lain hati.

Ada lagi kenangan yang tak terlupakan bersama layanan produk Telkomsel, SimPATI. Ketika itu, saya akan menghadapi ujian skripsi. Bagi seorang mahasiswa tingkat akhir, momen ini begitu mendebarkan. Momen yang sudah ditunggu selama 3,5 tahun. Langkah terakhir untuk meraih gelar Sarjana Psikologi dan mempersembahkannya kepada bapak dan mama. Perasaan saya tak menentu. Meski semalam sudah belajar, kok rasanya masih belum pede untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian saya di hadapan para dosen penguji.

Dan tiba-tiba telepon berdering, ternyata bapak dan mama menelepon untuk memberi suntikan semangat kepada saya. Ada perasaan lega menyeruak. Saya mulai merasa tenang. Kemudian, satu per satu orang-orang terkasih menelepon dan mengirim SMS untuk menyemangati saya. Berkat doa dan dukungan semangat mereka, saya menyelesaikan ujian skripsi dengan nilai A (wow!). Saya bisa menyampaikan materi seminar dengan baik dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dosen penguji dengan tenang serta penuh percaya diri. Telepon dan SMS yang berisi kata-kata penyemangat itu sangat membantu saya agar tetap tenang selama berada di ruang ujian. Terima kasih bapak, mama, kakak, abang, bou, amangboru, ibu, dan sahabat semua. Terima kasih juga Telkomsel telah menghubungkan saya dengan orang-orang yang terkasih. Tanpamu mungkin aku tidak akan mampu bertahan lebih lama lagi di tanah rantau. Aih, sok romantis, deh. Hingga saat ini pun, saya masih tetap setia menggunakan produk Telkomsel. Tak bisa pindah ke lain hati. Ciyeeeeh ^^

SETIA BERSAMA TELKOMSEL HINGGA SEKARANG
Tiga belas tahun kemudian. Tahun 2015. Tepatnya bulan Oktober. Saya mulai menggunakan IndiHome (Indonesia Digital Home), yang merupakan layanan produk Telkom. Hari-hari saya diisi dengan kehadiran IndiHome yang memiliki jaringan internet kencang. Selama berselancar di dunia maya, ngeblog, blogwalking, googling, semuanya itu dapat saya lakukan dengan lancar. Senang, deh. Dunia ini seperti dalam genggaman kita.

IndiHome menjadi partner setia saya dalam menjelajah dunia.

Saat mendatangi kantor Telkom Liwa untuk mencari informasi mengenai produk Indihome, saya mendapatkan pelayanan yang baik. Dengan ramah petugas memberi informasi yang saya butuhkan. Genap satu tahun saya menggunakan layanan IndiHome. Sebagai konsumen, saya merasa puas dengan layanan yang diberikan. Semoga ke depannya, Telkom terus, terus dan terus berinovasi. Mempersembahkan layanan terbaiknya demi kemajuan bangsa sehingga masyarakat #IndonesiaMakinDigital dan diperhitungkan di kancah Internasional dalam berbagai bidang, khususnya bidang Teknologi Informasi.       

Dengan terbuka luasnya akses informasi, terutama melalui internet, diharapkan agar kita menggunakan internet dengan cerdas dan bijak. Karena tidak semua informasi yang kita dapatkan melalui internet sudah pasti benar. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian saat berinternet, diantaranya:




1.   Batasi waktu penggunaannya. Memang kita membutuhkan berbagai macam informasi. Selain itu kita juga perlu memperluas jaringan pertemanan. Semua itu dapat kita peroleh melalui internet. Namun perlu diingat, kita tetap harus membagi waktu dengan baik agar kehidupan sosial kita di dunia nyata tidak terganggu. Jangan sampai kita tidak mengenal tetangga baru karena terlalu disibukkan dengan teman-teman di dunia maya.

2.   Teliti sebaik mungkin informasi yang baru saja kita dapat melalui internet. Jangan langsung diterima mentah-mentah. Karena ada banyak orang-orang di luar sana yang dengan sengaja menyebarkan berita tidak baik (black campaign) untuk memecah belah pihak tertentu.

3.   Dihindari untuk curhat hal-hal pribadi di media sosial. Seberat apapun masalah yang sedang terjadi dalam kehidupan ini. Berbagilah dengan orang-orang terdekat, orang tua, pasangan, atau sahabat. Bukannya mengumbar di media sosial. Tidak perlu seluruh dunia mengetahui permasalahan hidup kita. Iya kalau mendapat dukungan bagaimana kalau justru mendapatkan cemoohan dari mereka. Bukannya bangkit (move on) justru akan semakin terpuruk.

4.   Gunakan media sosial untuk hal-hal positif saja. Benar sekali, jangan sampai kita menggunakan internet sebagai sarana untuk memojokkan, mengejek orang atau pihak tertentu. Saya yakin, penemu Facebook, Twitter dan media sosial lainnya, menciptakannya untuk tujuan positif. Oiya ada yang mengatakan seseorang dapat dinilai dari status-statusnya di media sosial. So, kamu sendiri yang menentukan bagaimana orang menilai dirimu.  

Sekian cerita saya bersama Telkom yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan saya. Selamat membaca. Semoga bermanfaat, kawan.






Sumber informasi:
http://www.telkomsel.com/
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi



Salam,
~RP~         

3 komentar:

  1. Sangat bermanfaat mba Roma.

    BalasHapus
  2. Telkomsel juga menemaniku sejak dari awal mulanya menggunakan Hp mba, begitu juga dengan keluarga ku, semua pengguna setia Telkomsel. Salam kenal mba.., mampir ke rumah ku ya! http://www.yellsaints.com/2016/11/ldr-saja-dulu-kita.html

    BalasHapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)