21 Okt 2016

#SukaNgemil: Grand Classic Chocolate Cream Wafer



It’s time for #SukaNgemil …

Setelah sempat absen beberapa kali, akhirnya hari ini #SukaNgemil bisa tayang kembali, episode 3. Yeaay! Adakah yang menantikan tulisan ini tayang? Berharap sih ada. Hihihihi.
Oiya kawan-kawan, saya mau cerita sedikit kenapa hari Jumat jadi pilihan saya untuk posting tulisan yang membahas camilan. Karena Jumat dekat dengan weekend. Ya, sebagian besar orang akan mengisi weekend dengan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya piknik dengan sahabat. Atau hanya sekedar menonton film bersama keluarga di rumah. Kurang lengkap kan jika sedang berkumpul bersama orang-orang tersayang tanpa ditemani camilan. Mungkin pengalaman saya menikmati camilan-camilan ini bisa jadi referensi bagi kawan-kawan untuk melengkapi momen berharga kalian.      

Hei, kawan-kawan yang #SukaNgemil mana suaranya??? Masih membahas camilan bernuansa cokelat, nih. Semoga kawan-kawan gak merasa bosan, ya. Harap maklum, deh. Saya mah choco addict orangnya. Menikmati cokelat itu ada sensasi tersendiri bagi saya. Jika dalam seminggu gak makan cokelat, seperti ada yang hilang. Ibarat makan tanpa garam, ada yang kurang lengkap *lebay*. Ahaaay!   

Pertemuan saya dengan camilan ini, terjadi secara gak sengaja. Aseeek! Seperti yang sudah-sudah. Ketika belanja ke mini market, saya selalu menyempatkan diri untuk mampir sejenak ke rak camilan. Mengamati camilan-camilan yang terpajang manjaaah di sana. Mungkin saja ada yang bisa dibawa pulang. Setelah beberapa saat pilah pilih, saya tertarik dengan sebuah camilan yang kemasannya didominasi dengan warna merah. Saya penasaran dengan isinya. Dan akhirnya si merah ini, beruntung bisa masuk ke keranjang belanja saya. Dia yang beruntung atau memang saya yang pengen? Hahahaha :P
 
Penasaran dengan si merah? Oke. Saya gak mau berlama-lama lagi, deh. Kali ini saya mau mengajak kamu untuk berkenalan dengan Grand Classic Chocolate Cream Wafer. Et dah, namanya panjang banget, yak *forget it*. Wafer ini merupakan salah satu produksi dari PT. Khong Guan Biscuit Factory Indonesia, Ltd.

Yuk ah, kita mulai aja icip-icipnya!

Ketika pertama kali, mencicipi, saya kok seperti tak asing dengan rasanya. Seperti wafer yang pernah saya nikmati semasa kecil. Kebetulan produk Khong Guan juga. Kalau memang, iya. Hebat, lho. Bisa tetap mempertahankan rasa hingga sekarang. Tetap enak meski tampilannya saat ini tampak lebih modern.    

Tekstur wafernya renyah. Crunchy. Kreeez … mulai digigitan pertama. Wafer dan krim cokelatnya berkolaborasi dengan baik. Pecah di mulut! Ya, perpaduan yang seimbang antara bubuk cokelat dan susu, menciptakan krim cokelat yang enak. Gak pahit atau pun terlalu manis. Pas. Gak perlu khawatir akan mengakibatkan sakit gigi.    

Saat dibuka, wafer ini masih dikemas lagi dalam kemasan-kemasan kecil. Jika kita gak mau menghabiskannya segera maka tidak perlu khawatir wafer menjadi lempem.

Dalam satu kemasan, terdapat 4 pcs dengan desain kemasan yang sama persis namun dalam ukuran lebih kecil. Masing-masing kemasan kecil itu berisi 2 keping wafer. Berat netto per kemasan kecil, 18 g (total 72 g). Harga dibandrol Rp. 5.800,- dan itu artinya per kemasan, seharga Rp. 1.450,-. Menurut saya, harga tersebut masih sesuai. Ya, karena dari segi rasa memang enak dan saya gak bosan untuk menikmatinya lagi, lagi, dan lagi.         


  Kesimpulan:

+ Wafernya renyah.
+ Krim cokelatnya enak karena adanya perpaduan seimbang antara bubuk cokelat dan susu.
+ Harganya oke di kantong.



Bakal beli lagi? Hmmm… Iya, dong. Bisa jadi kawan ngeblog yang asik ^^



Salam #SukaNgemil,
~RP~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)