24 Feb 2016

Ayo Kurangi Sampah Plastik

www.romapakpahan.blogspot.co.id
DIET. Bagi kebanyakan kaum wanita kata ini merupakan salah satu kata “keramat”. Diet dilakukan untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Banyak cara yang dilakukan. Mulai dari cara instan hingga cara sehat. Bagi kaum wanita berkantung tebal, mereka rela untuk menginvestasikan pundi-pundi rupiah demi tubuh yang indah bak seorang model. 

Bicara tentang diet, akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah diet kantung plastik. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah plastik. Menurut penelitian, untuk mengurai sampah plastik dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun. Ehm. Lama sekali, ya. Bisa-bisa kita akan mewariskan sampah pada anak cucu kelaknya. Dimana-mana terdapat gunungan sampah dan aromanya yang begitu menusuk hidung. Sungguh miris membayangkannya. Sebelum hal tersebut terjadi apa yang harus kita lakukan?

Ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu, yaitu :

      1. Pisahkan sampah
Kita dapat memilah sampah sesuai dengan jenis. Sampah organik dan sampah non organik. Sampah organik, contohnya kulit buah-buahan, sisa makanan yang telah basi, dedaunan. Sedangkan sampah non organik, contohnya bungkus deterjen, bungkus, mie instan, botol air minum kemasan. Untuk sampah organik, kita dapat melakukan daur ulang dengan mengolahnya menjadi pupuk (kompos). Pupuk tersebut dapat digunakan untuk menyuburkan koleksi tanaman kita. Sampah berkurang, tanaman tumbuh subur dan tentnunya menghemat pengeluaran. Karena tidak perlu mengeluarkan rupiah untuk membeli pupuk kimia. Mantap, kan? Lalu bagaimana dengan sampah non organik? Jika kita ingin mendapatkan penghasilan tambahan, sampah tersebut dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Kita bisa dengan mudah memperoleh tutorialnya dari buku, majalah dan internet. Sampah berkurang, pundi-pundi rupiah bertambah. Mau? Ayo segera cari tahu caranya, ya.

      2. Membawa tas / plastik sendiri saat berbelanja
Saat berbelanja baik di pasar tradisional maupun pasar modern, kita pasti membutuhkan plastik sebagai wadah barang belanjaan. Pengalaman saya pribadi, saat berbelanja di mini market, kasirnya begitu “royal” dengan kantung plastik. Hal itu membuat kantung plastik di rumah menumpuk. Bingung mau diapakan. Pilihan terakhir, ya, dibuang. Ngga kebayang berapa tinggi timbunan plastik yang dihasilkan jika dikumpulkan dari tiap-tiap rumah. Untuk menguranginya, terkadang saya menolak jika barang yang saya beli hanya sedikit. Saya bisa menyimpannya di kantung jaket. Tetapi bagaimana jika barang belanjaan kita cukup banyak? Bawa saja kantung plastik sendiri dari rumah. Bisa juga memakai tote bag, supaya terlihat lebih trendi. Sekarang banyak tersedia tote bag dengan motif-motif lucu. Bahkan saya pernah mendengar, ada seorang ibu yang berbelanja dengan membawa tas ransel. Luarbiasa!   

      3. Membawa bekal
Ada baiknya ke kantor membawa bekal dari rumah. Selain sehat, juga mengurangi sampah. Kok bisa? Coba hitung berapa banyak sampah yang disumbangkan dari pembungkus nasi padang, menu makan siang favorit kita. Sehari, seminggu, sebulan, setahun. Lama-lama menjadi gunungan sampah.  
     
      4. Menyediakan wadah saat membeli makanan
Bangun kesiangan, tidak sempat memasak untuk bekal ke kantor? Bukan alasan. Kita bisa membawa wadah dari rumah. Saat tiba makan siang, ingatkan mas OB untuk membawa wadah yang telah kita sediakan. Selain untuk mengurangi sampah, baik juga untuk kesehatan. Karena kita tidak tahu bahaya apa yang mengancam dibalik plastik pembungkus makanan. Apakah kita yakin plastik pembungkus makanan terbuat  food grade?

Nah, itu beberapa cara yang bisa dilakukan. Semoga bermanfaat. Mungkin ada diantara teman-teman yang ingin menambahkan? Jangan ragu-ragu. Tuliskan saja di kolom komentar. Terima kasih.  


Yippee!!!
rOMa Pakpahan

1 komentar:

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)