16 Jul 2016

Baymax, Robot Yang Menginspirasi



It is okay to cry. Crying is natural response to pain.

 Ada yang tahu quote milik siapakah ini? Yups, Baymax! Salah satu tokoh yang ada pada film super hero yang berjudul Big Hero 6. Sebenarnya film ini sudah lama dirilis Walt Disney, kalau tidak salah di tahun 2014. Tetapi karena di Liwa, tempat tinggal saya memang belum ada satu pun bioskop. Hiks! Jadi untuk urusan film, selalu ketinggalan, deh. Untuk tahu ada info film, saya rajin mengintip salah satu rak sebuah mini market, yang kebetulan menjual VCD film-film Indonesia maupun mancanegara. Masih bersyukur, walau filmnya sudah termasuk kategori kadaluarsa. Seperti film Big Hero 6 ini, baru muncul di Liwa sekitar akhir tahun 2015. Telat banget, kan? Saat menontonnya, saya sempat menitikkan air mata. Ada beberapa adegan yang mengharukan di sana. Kalau belum nonton, rugi deh. Ada beberapa pesan moral yang bisa dipetik dari film ini.

Baymax Itu Robot Tapi Bersahabat Dengan Manusia.
Umumnya dalam beberapa film yang pernah saya tonton, robot selalu identik dengan kekerasan dan selalu bermusuhan dengan manusia. Tapi Baymax jauh dari kesan itu. Baymax yang berwajah polos ini, begitu peyayang dan selalu siap untuk menolong. Meskipun Baymax adalah sebuah robot tapi begitu baik dan bersahabat dengan manusia. Bahkan Baymax yang mengingatkan Hiro, sahabatnya (manusia) untuk memusnahkan rasa dendam dari dalam hati. Agar bisa menciptakan kehidupan yang damai.

Tak jarang juga terdapat adegan Baymax memeluk Hiro, saat sahabat ini dilanda kesedihan. Ingin sekali memiliki sahabat seperti Baymax. Andai Baymax ada dijual di toko, mungkin akan banyak orang yang membeli. Dengan pelukan orang terdekat, perasaan sedih seakan lenyap seketika. Bahkan saya pernah membaca sebuah artikel, pelukan seorang ibu memberi efek kesembuhan bagi anak yang sedang sakit. Begitu luar biasanya efek dari pelukan, ya.  

Baymax memeluk Hiro, sahabatnya.
    
Baymax Selalu Menyelesaikan Tugas Hingga Selesai.
Baymax adalah sebuah robot yang diciptakan untuk merawat manusia yang sakit. Baymax bekerja begitu detail. Sehingga ia mampu mengetahui hal yang terkecil sekalipun, misalnya apakah orang yang sedang dirawatnya memiliki alergi terhadap sesuatu. Tanpa diberitahu sebelumnya.

Ada pesan moral yang tersirat yaitu, dalam mengerjakan sesuatu haruslah dikerjakan dengan sungguh-sungguh hingga selesai. Saat melakukan tugasnya, Baymax akan berhenti bekerja jika pasiennya telah merasa puas dengan hasil perawatannya. Jika tidak, Baymax tidak akan mau berhenti bekerja. Mantaap! Sentilan untuk saya yang terkadang tidak sepenuh hati dalam menyelesaikan pekerjaan tertentu. padahal jika dikerjakan setengah hati, maka hasilnya pun setengah jadi. Hihihi ^^.  

Baymax, Pahlawan Yang Tidak Bertubuh Kekar.   
Dalam film ini, Baymax digambarkan sebagai robot dengan postur tubuh besar dan empuk. Gerakannya pun begitu lamban. Tidak seperti tokoh jagoan pada umumnya. Dengan kasih sayang yang dimilikinya, Baymax membantu Hiro, sahabatnya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan hidup yang dialami. Ya, tidak harus memiliki kelebihan atau keahlian khusus terlebih dahulu untuk menjadi “sesuatu” untuk menolong orang lain. Siapa saja bisa, asalkan mau!

Baymax Tidak Egois.
Ada satu adegan di mana Hiro, sahabat Baymax berada di keadaan yang sangat membahayakan. Bahkan kejadian yang dialaminya itu nyaris merenggut nyawa Hiro. Di situ Baymax menunjukkan rasa sayangnya yang begitu luar biasa. Baymax rela mengorbankan dirinya demi keselamatan Hiro. Baymax membuang sifat egois, sifat yang cenderung hanya mengutamakan kepentingannya sendiri. Noted! Saya pernah mengalami masuk dalam zona egois. Tidak peduli dengan keadaan orang lain, yang penting saya senang. Tapi saat menonton film ini, saya diingatkan untuk menghilangkan sifat buruk tersebut. Terima kasih Baymax, sudah diingatkan!

Baymax memang hanya sebuah tokoh fiksi. Namun mampu menginspirasi. Bagaimana dengan kita, kawan? Apakah tidak ingin seperti Baymax? Tidak peduli apa pun dan bagaimana pun keadaanya kita, mari belajar untuk menjadi pahlawan. Setidaknya untuk diri sendiri dan keluarga terlebih dahulu. Ingat, tidak perlu menunggu menjadi “sesuatu” terlebih dahulu, ya.  

~RP~   

4 komentar:

  1. Sama kaaaak, aku juga suka sama baymax :)Tapi untuk menjadi seperti baymax, ngga perlu nunggu berubah dulu, ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeaaay!
      Yups. Untuk menjadi pahlawan ngga perlu jadi "sesuatu" dulu. Bisa kok dimulai dengan hal-hal sederhana. Misalnya, belajar dengan sungguh2. Sehingga kita bisa mempersembahkan kepada orang tua, nilai ujian terbaik.

      Hapus
  2. Walaupun film tahun lalu, tapi emang film yang satu ini gak pernah bosen buat ku tonton kak, selalu gokil, ditambah lagi diakhir film pas mid-credit yang munculin komikus sekaligus raja cameo-nya Marvel Studio, Stan Lee! Gokil!! Film ini bener-bener awesome!

    Mampir ke rumah kak, siapa tau aku punya film yang mau kakak tonton, apa lagi film terbaru Disney, Zootopia :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups!
      Enol, keponakan kakak aja dalam sehari bisa beberapa kali nonton. Dan kakak juga ikutan nonton. Ngga ada bosennya. Kereeen!

      Hapus

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)