5 Feb 2018

Begini Caraku Berdamai Dengan Diri Sendiri Ketika Seseorang Membuatku Marah

Selamat tahun baru 2018! Terlambat banget ya baru ngucapin sekarang. Hahaha. Tapi gak apa-apa deh. Setidaknya semangat tahun baru masih nempel terutama semangat untuk nulis. Iya, ini postingan pertamaku di tahun 2018. Ceritanya aku lagi ikut tantangan membuat postingan One Day One Post yang berlangsung mulai 5 sampai dengan 18 Febuari 2018 yang akan datang. Temanya berbeda setiap harinya. Harus bisa konsisten untuk nulis. *Ayo Roma kamu pasti bisa!*  Hmmm… udah blognya berdebu karena udah lama gak diurusin. Maafkeun ya pemirsah. 

Tema di hari pertama : Ceritakan kiat berdamai dengan diri sendiri saat amarah atau kesala terhadap orang lain dengan tujuan agar tidak terjadi kebencian satu sama lain.


Sebagai makhluk sosial, aku dan kamu tentu memerlukan interaksi dengan orang lain. Baik itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun lingkungan pekerjaan. Dan dalam berinteraksi gak selamanya berjalan dengan baik. Kadang kala terjadi konflik yang menimbulkan rasa kesal atau bahkan sampai pada titik marah. Emosi negatif tersebut memang gak bisa dihindari. Namun bagaimana cara seseorang mengendalikannya. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur masuk dalam keadaan tersebut? Setiap orang berhak untuk mengungkapkan rasa marah. Tetapi bukan berarti bisa bersikap “seenaknya” saja sehingga justru menimbulkan image buruk. Orang lain akan memberi label pemarah, pendendam kepada kita. Lambat laun, kita akan dijauhi. Gak mau dong?

Lalu apa yang harus dilakukan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih untuk beringan hati memberikan komentar :)